renungkan...
Apa yang kita rasakan ketika kita mendengar kabar bahwa besok gaji kita akan dinaikkan. Saya yakin pasti ada perasaan yang meluap-luap dari dalam diri kita. Kita jadi begitu senang dan gembira. "Wah besok naik gaji", "duh...akhirnya keinginanku beli BB bisa terwujud", "wah akhirnya bisa nyicil mobil", "bis sering-sering nraktir temen nih", dsb...dsb...mungkin begitu kata hati kita. Atau...
Apa perasaan teman-teman ketika hari jum'at sore, pasti ada semangat yang berbeda yang tiba-tiba muncul. "Bisa refreshing nih", "jalan-jalan ah...", "tidur sampe puas!", dsb..dsb...dsb...
Yah...begitulah kita ketika akan mendapatkan sebuah kenikmatan. Padahal kenikmatan itu belum benar2 hadir. Baru sebatas 'akan'.
Bisa dibilang itulah kesenangan semu. Kita senang karena mendapatkan kabar akan naik gaji, padahal peningkatan gaji itu pasti akan ditambah dengan peningkatan tanggung jawab atau target kerjaan. Dengan kata lain, NOL. Kita memang layak mendapatkan peningkatan gaji karena yah...target kerjaan kita juga ditingkatkan.
Begitu juga ketika kita akan mendapatkan jatah libur, entah itu libur panjang atau cuti. Saya yakin akan ada perasaan yang berbeda ketika hari minggu sore. Ada kemalasan yang tiba2 hadir dalam diri kita. "Ah, besok udah senin lagi, kerja lagi deh!" ya kan?
Aneh kan?
Memang aneh, karena manusia selalu berharap untuk selalu mendapatkan kenikmatan abadi. Padahal, setelah di dunia inilah sesungguhnya kenikmatan abadi itu akan kita rasakan.
Bagaimana cara mendapatkannya? Ah...pasti teman-teman sudah tahu kan?
Senin, 11 Januari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
