si mpunya lembaran putih

Minggu, 30 November 2008

saling kritik mengkritik...a.k.a saling berbeda pendapat

Yang namanya kritik itu selalu nikmat. Karena kritik selalu tercipta dari buah karya yang handal. Dari tangan-tangan yang telaten. Apalagi kritik yang pedes. Beh, dijamin kalo dicemil sembari nonton TV akan tambah nikmat.......bentar-bentar, salah buka kamus...itu sih kripik singkong...

oke...setelah cek dan ricek di wikipedia.com, ada satu artikel tentang kritik...kutip bentar
"Kritik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani κριτικός, kritikós - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuna κριτής, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Istilah ini biasa dipergunakan untuk menggambarkan seorang pengikut posisi yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan."

Bayangkan, ketika kita sudah mengeluarkan suatu pendapat atau membuat suatu karya seni yang menurut kita okeeee...bgt. Trus ada seseorang yang tiba-tiba tidak sependapat ama kita. Apa yang akan kita lakukan. Sebagian besar orang dijamin akan mempertahankan egonya. Pasti...
 
Mmm...menurut saya, ada dua hal yang membuat seseorang tidak bisa menerima sebuah kritikan:
1. kritikan itu bukan kritikan yang bagus, atau dengan kata lain cuma menghina karya seni yang kita buat.
2. emang dasar keras hati, jadi segala macem kritikan akan selalu ditolak. Karena merasa "gw loh yang paling hebat diantara kalian...!"
 iyakan?

Padahal kita terlahir dalam keadaan miskin ilmu, bahkan untuk makan pun masih disuapi, untuk berjalan masih ditatah, dan bahkan untuk bernafas pun masih dikasih secara cuma-cuma dengan otot paru-paru serta jantung yang bekerja otomatis...
Siapakah kita yang merasa paling hebat segalanya? La hawla wala quata ila billah...

Kalimat yg saya cetak tebal berlaku untuk si peng-kritik dan yang di-kritik.
Makanya sebelum kita mengeluarkan suatu kritik, juga jangan asal kritik. Kritik tersebut haruslah membuat orang yang dikritik terpecut dan berkembang. Jangan mengkritik jika dalam hati kita ada perasaan benci pada orang yang akan kita kritik, karena itu akan mempengaruhi kualitas kritikan kita. Dan yang dikritik jangan langsung berburuk sangka pada orang yang mengkritik jika kritikan itu kritikan yang membangun.

Ketika perang khandak, Rasulullah SAW meminta pendapat orang lain, padahal dia juga punya pendapat pribadi. Sebagai Rasul, tentunya beliau mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT. Tapi hal itu beliau sisihkan dahulu. Berbagai macam pendapat dikeluarkan oleh para sahabat. Sahabat A berpendapat A, sahabat B berpendapat B. Persilangan pendapat terjadi tentunya karena yang satu tidak sependapat dengan yang lain. Sampai akhirnya sebuah pendapat keluar dari seorang pemuda bernama Salman Al-farisi ra. Dan strategi perang mutakhir pun tercipta dimana Kaum Muslimin memenangkan peperangan tersebut. Kondisi tersebut tak akan terjadi jika para sahabat yang lebih tua mementingkan pendapatnya masing-masing atau tidak mau dikritik satu dengan yang lain.

So...saling mengkritik itu bagus, dan buatlah kritikan itu bermanfaat bagi yang dikritik. Karena setiap ucapan kita kelak akan dipertanggungjawabkan di Hari Perhitungan nanti.

Sabtu, 29 November 2008

bicara tentang kegagalan.

Saya pernah ditanya tentang apa itu yang dimaksud dengan kegagalan. Saat itu jawaban saya adalah, "kegagalan adalah ketika kita tidak memulai untuk berusaha. Kalau kita sudah berusaha dan ternyata usaha kita tidak berhasil, berarti kita tidak gagal, tapi cuma belum berhasil. Karena kita sudah berani mencoba untuk memulai"

Dan apa itu yang dimaksud dengan sukses?
Saya menjawab, "sukses adalah ketika kita berani memulai suatu hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya"

Pernah nonton acara Fear Factor kan? Di acara itu ada beberapa orang yang ditantang untuk menjalani aksi yang belum pernah dia lakukan. Ada yang berhasil, dan ada juga yang tidak. bagi yang tidak, bisa kita sebut mereka telah gagal?
Dalam pandangan awam, mereka akan dikatakan telah gagal total. Tapi sebenarnya tidak! Karena ingat, sebelumnya mereka belum pernah melakukan aksi tersebut.

Sekarang kita bisa membaca buku dimalam hari karena dulu seorang Thomas Alfa Edison melakukan percobaan membuat lampu setelah bereksperimen sebanyak 10 ribu kali! Dalam sebuah buku yang menceritakan tentang dirinya, Thomas Alfa Edison pernah ditanya, "bagaimana dengan kegagalan eksperimen 9.999 sebelumnya?" Dan dia menjawab, "Saya tidak pernah menganggap 9.999 eksperimen saya sebelumnya sebagai sebuah kegagalan. Karena 9.999 eksperimen saya sebelumnya melengkapi eksperimen saya yang ke 10.000"

Mas...mas...untung nt gak berhenti di percobaan ke 9.999...^_^

temuilah kesulitan, karena dibaliknya ada 'emas' yang berlimpah

Teman-teman, sudahkah kita menemui kesulitan? Kalau belum, introspeksi diri. Loh? kok kita disuruh menemui kesulitan? Bukankah hidup enak nyaman bagai raja di istana yang megah adalah impian semua orang?
Begini, dalam hidup kita, akan ada selalu kerikil tajam yang menyakitkan telapak kaki ini ketika berpijak. Akan selalu ada pendakian-pendakian terjal sebelum mencapai puncak. Dan akan ada sungai berarus deras sebelum terlihat padang rumput hijau lapang yang menyejukkan pandangan.
Minyak wangi tidak akan harum sebelum disemprotkan. Tongkat kayu tidak akan hilang sebelum dia dibakar. Dan begitu juga kesulitan, akan menjadi kenikmatan dan kebaikan bagi kita.
Waktu bayi, pasti donk kita jatuh bangun dulu sebelum bisa berjalan sempurna. Kalau kita tidak pernah merasakan jatuh, maka kita akan takut untuk melangkah. Tapi setelah kita tahu rasanya jatuh, kita akan berfikir "ooo...begitu toh rasanya jatoh..."
Atau...ketika kita belajar bersepeda roda dua. Ada yang langsung bisa? Ga ada kan? Pasti lutut dan telapak tangan kita akan lecet-lecet sebelum akhirnya kita berani ngebut dijalanan.
Bukankah Allah sudah "berbicara" pada kita dalam surat cintanya "setelah kesulitan ada kemudahan, dan setelah kesulitan ada kemudahan"?
Bukankah Nabi Muhammad SAW menemui banyak cobaan sampai akhirnya bisa merubah tanah tandus arab menjadi negeri yang disegani?
So, kenapa kita tidak mau menemui kesulitan?
Jangan ciut ama cobaan, karena cobaan dapat membuat kita lebih dewasa, membuat kita lebih berakal, dan membuat kita lebih bersemangat.
Ingat, seorang pemuda hitam legam dan kurus bernama Bilal bin Rabbah pernah dihimpit batu ditengah terik mentari yang panas, sebelum dia menjadi penyeru waktu sholat yang terkenal dizamannya. 

hari raya qurban!!!

Start:     Dec 8, '08 8:00p
End:     Dec 11, '08
Location:     bumi ALLAH SWT
saatnya kita berbagi. bagi yang punya rezeki lebih, jadikan satu ekor kambing atau sapi untuk kita qurbankan. darahnya memang jatuh ke tanah, tapi pahalanya akan naik ke atas dan beristigfar bagi kita kelak. jgn sia-siakan!

Kamis, 27 November 2008

jangan hidup seperti air yang mengalir, jangan hidup dengan penuh perhitungan matematika

Wahai anak terhormat
Berjalanlah menuju kemuliaan
Tinggalkan tidur
Berpisahlah dengan kemalasan
Naiki tangga inovasi
Terbanglah menuju kesempurnaan
Lalu, teriakan di dalam hatimu:
"Berangkatlah kamu, baik ringan ataupun berat!"

Gubahan puisi diatas adalah karya DR.'Aidh al-Qarni.
Beliau mencoba mengajak kita untuk terus melangkah di kehidupan. Kita harus sukses, sukses dalam segala hal kebaikan. Sukses gak melulu dalam hal yang konkret, karena kesuksesan tidak pernah diukur dalam hal yang pasti. Banyaknya harta, banyaknya teman, tingginya jabatan, dan lain sebagainya, jika tidak berujung pada kebaikan maka akan sia-sia.

Terkadang kita hidup terlalu ringan, ringan bagaikan air yang mengalir tak tentu arah. Bisa saja mengalir menuju selokan yang kotor, atau malah jadi air yang tergenang yang membawa bibit penyakit. Ini contoh dari kemalasan. Karena kemalasan tidak selalu berarti tidak bergerak. Memang kita bergerak, tapi kita tidak membuat rencana pergerakannya.

Untuk itu tentu kita harus penuh perhitungan. Tapi...ada tapinya nih...jangan lupa, takdir kita ada di tangan Allah. Terkadang kita membuat rencana yang sangat-sangat ideal, bahkan kita merasa sampai bisa memperkirakan hasil akhir dari perhitungan matematis kita. Dan ketika hasil perhitungan kita diperkirakan tidak maksimal, kita berhenti dan mulai kembali membuat perhitungan yang baru. Ribet!

Maka dari itu, kita harus berpikir untuk hidup seperti air ledeng yang menuju pipa-pipa. Pipa-pipa itu kita tujukan untuk mengarah pada tempat-tempat yang baik. Menjadi air yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Dan kemudian berdoa, semoga dalam perjalanan kita menuju menjadi baik tadi tidak ada hambatan. Karena Allah yang akan menentukan akhir dari perjalanan kita. Karena rumus matematika Allah beda ama kita.

Suatu waktu saya pernah nonton acara Mario Teguh The Golden Ways. Saat itu MT berkata, "jangan pernah puas dengan keadaan kita yang sekarang. Karena rasa puas itulah yang membuat kita tidak bisa mengembangkan potensi kebaikan dalam diri kita"

So? You Know Lah...! Semoga kesuksesan hidup hadir dalam kehidupan kita.

Rahasia Sukses orang-orang Besar

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:DR.'Aidh al-Qarni
Tau kan siapa DR.'Aidh al-Qarni. Klo gak salah dia tuh penulis buku La Tahzan. Yup, saya yakin semuanya rata-rata dah pada tau yah. Ini adalah salah satu buku gubahan dia. Sebuah buku kecil yang tidak lebih dari...mmm...15x10 meter eh centimeter denk!
Mungilnya buku tak berarti menghalangi besarnya manfaat yang terkandung didalamnya (ini kutipan dari sampul belakangnya..^__^)
Okeh, sebagian tulisan saya berikutnya akan mengutip beberapa tulisan beliau dari buku ini. Tentunya dengan redaksional tersendiri ala saya sendiri...

Senin, 17 November 2008

"kamera" Allah yang tak pernah rusak

pas sabtu 15 november kemarin aku datang ke perkumpulan orang-orang yang mencintai Allah. dan salah satu sahabat gw memberikan tausyiah, yang mungkin sudah sering didengar oleh orang-orang. tapi dia membawakannya dengan apik dan menarik.
dia berbicara tentang makna ihsan.
dia merubah konsep tentang tugas malaikat pencatat amal kebaikan dan keburukan yang selalu berada di kanan dan kiri kita. biasanya kita selalu diberi tahu bahwa mereka mencatat setiap perilaku kita, dan mungkin saja mereka terlewat dalam mencatat, terutama ketika kita sedang khilaf. dia ngomong gini :"yang namanya nyatet kan bisa aja kelewat, seorang wartawan aja kadang bisa ketinggalan nyatet perkataan narasumber"
"tapi Allah tidak, Dia merekam setiap tindak tanduk kita. dan dihari perhitungan nanti, rekaman video kehidupan kita akan diputar. di hari itu ada orang yang tenggelam dengan keringatnya saking malunya karena setiap orang akan melihat apa yang telah dia lakukan selama hidup" (kurang lebih begitu, redaksinya ku rubah-rubah dikit)

dan Allah punya banyak "CCTV" yang akan merekam setiap perilaku, perkataan, perbuatan, bahkan boleh jadi isi pikiran kita. rekaman itu tidak pernah mati atau nge-hank. terus berputar tanpa pernah pitanya kusut.

"CCTV" itu akan merekam mulai dari awal kita menghirup udara sampai akhirnya kita menghembuskan udara terakhir.

"CCTV" itu akan selalu merekam walaupun kita mencoba bersembunyi di benteng yang tebal sekalipun.

"CCTV" itu akan diperlihatkan oleh seluruh umat manusia di hari nanti.

so, jagalah hidupmu mulai dari perdetiknya.

ada cerita...
seorang anak bertanya pada ayahnya.
"ayah, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap berbuat baik selama setahun?"
ayahnya menjawab,"tidak bisa, anakku"
"kalau sebulan, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap baik?"
"tetap tidak bisa" jawab ayahnya.
"kalau seminggu?"
ayahnya tetap menjawab tidak bisa.
anaknya terus bertanya, "kalau dalam sehari?" "kalau dalam sejam?" "dalam semenit?"
saat itu ayahnya menjawab, "mungkin"
sampai akhirnya si anak kembali bertanya,"jika perdetik?"
ayahnya menjawab, "itu baru bisa"

so...jagalah hidupmu dari kekhilafan dalam perdetik hidupmu karena...
"kamera" Allah tidak pernah rusak...







Selasa, 11 November 2008

terus melangkah...bersama-sama!

"trus melangkah meninggalkanmu, letih hati perhatikan sikapmu..lalalalala" (yang hapal lanjutin sendiri....)
lagunya sih lagu peterpan, tapi gak papa deh kita ambil sedikit renungan dari lagu tersebut.
kenapa kita harus terus melangkah. karena sang waktu tidak akan sedikit pun lelah menunggu kita. dia akan terus berputar mengikuti takdirnya. tanpa pernah lelah tuk sekedar berhenti menghilangkan penat, bahkan penat pun dia tak kenal.
memang bukan langkah raksasa yang akan kita jalani. tapi setapak demi setapak yang harus kita lalui. tapi...perhatikan sekeliling, dan jangan hanya terfokus pada ujung jalan. (maksudnya, klo mau sukses jangan sendirian, ajak-ajak yang lain gitu...)
klo lagunya peterpan sih mau egonya sendiri. melangkah sendiri dan meninggalkan yang lain. memang dalam dunia yang fana ini, tekad seperti itu pasti ada dalam diri setiap insan. ingin berhasil sendiri, ingin sukses sendiri, ingin menikmati dunia sendiri (kalo gitu, mending bikin dunia sendiri aja sono!)
kita ditakdirkan hadir di dunia bukan untuk diri kita sendiri saja. tau kan kisah sebuah negeri yang akan diazab oleh Allah SWT. para malaikat bertanya, "mau dimulai darimana?" dan Allah menjawab, "mulai dari para orang-orang alim". orang-orang alim di kisah itu adalah orang-orang alim yang hanya mementingkan surga untuk dirinya sendiri, dan membiarkan kerusakan terjadi disekeliling mereka.
beh, kayaknya berat yah tugas kita sebagai orang yang telah tercelup dalam keimanan. tapi ingat, kalian tidak pernah sendiri...
jadi...yuk deh kita terus melangkah...bersama-sama...

sekarang yuk kita mulai hari...!

tidur hanyalah sebuah persinggahan sementara. boleh jadi tuk menghilangkan penat atau sekedar terlelap. dan saat itu boleh jadi kita kan bermimpi akan suatu hal yang kita inginkan.
mimpi memang indah, semua hal bisa saja terjadi. tapi relakah jika semua itu hanya menjadi sebuah bunga tidur? dan kemudian lenyap tak berbekas ketika mata kita terbuka kembali?
bangun woi...jangan tarik selimut dan berusaha mengingat-ingat kembali mimpi semalam. karena semua akan tetap menjadi mimpi ketika kita tidak melipat selimut hangat kita (sekali lagi, itu juga kalo punya lho...).
bergegaslah penuhi panggilan cinta-Nya dipagi yang hening. rasakan semilir angin yang menyegarkan akal. lihatlah gemintang yang tersisa dengan fajar yang kemerahan di ufuk timur.
mulailah langkahkan kaki kananmu untuk menantang hari. wujudkan mimpi semalam dengan bantuan kasih Allah SWT. Bismillahirrohmannirrohim...dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang...
ucapan basmalah bukan sekedar karena kita muslim dan diwajibkan untuk mengucapkannya ketika akan memulai suatu pekerjaan.
ucapan basmalah bukanlah hanya lontaran udara yang keluar dari bibir kita.
bukan pula sekedar agar kita mendapatkan pahala saja.
tapi juga untuk menghilangkan sifat sombong dalam diri kita.
hah? kenapa basmalah bisa menghilangkan sifat sombong?
coba renungi arti dari basmalah. sungguh luar biasa. karena sesungguhnya kita tidak mempunyai daya upaya melainkan karena ada dorongan pertolongan dari-Nya.
Bismillahirrohmannirrohim...dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang...
wujudkan mimpimu wahai sahabat! karena kita tidak akan pernah menggapai apa itu arti hidup ketika kita tidak berusaha untuk mewujudkan mimpi kita. dan jangan lupakan Allah dalam setiap upaya kita menggapainya. karena sekali lagi, siapakah kita yang bisa berbuat semaunya. padahal untuk bernafas pun kita masih diberi gratis oleh-Nya...

"mimpiku masih tersimpan dalam hati, dan saat ini kukuatkan tekad tuk menggapainya, dan tentu semua takkan terjadi kecuali dengan izin-Mu...Bismillahirrohmannirrohim"     

Senin, 10 November 2008

mulailah hari dengan ucapan "alhamdulillah"

kok mulai hari dengan ucapan hamdalah? kenapa gak basmalah?
yuk kita review makna tidur kita semalam...
tidur bukanlah sekedar memejamkan mata, terlelap dalam mimpi indah (ato buruk?), membuat 'pulau' pada bantal empuk (itu juga klo punya lho) dan berselimutkan kain hangat (pake sarung juga boleh...). apalagi klo kamarnya ber-AC (angin cepoi-cepoi maksudnya...) beh...
bukan itu yang dimaksud dengan tidur.
tidur adalah ketika tubuh kita mati sementara...jiwa kita melayang-layang dalam suatu kondisi berada di antara dua dunia, bumi dan akhirat.
nyawa kita hanya terikat oleh sebuah 'benang' yang membuatnya tetap terikat dengan jasad.
hanya takdir yang membuatnya terbangun pada pagi harinya (ato siang klo kemaleman tidur...)
makanya gak salah kalo kita berucap hamdalah.

hanya itu? bukan...
hamdalah disini lebih dari sekedar berucap syukur pada Yang Maha Kuasa. hamdalah disini berarti bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berbuat lebih baik lagi dari hari kemarin. kita masih diberi kesempatan untuk menyemai bibit-bibit kebajikan, pada hari kita terbangun. hamdalah disini berarti kita sebenarnya adalah orang-orang yang masih dipilih-Nya untuk menjadi khalifah di bumi-Nya, pada hari kita terbangun.

bayangkan ketika kita bangun di pagi hari, ternyata bukan bangun seperti orang-orang yang lain. jasadnya kita masih terlelap, bahkan terbujur kaku. hhh...(aku merinding...)

so...klo bangun tidur, yok rame-rame kita ucapkan hamdalah pada Allah SWT. trus...?
ya sholat subuh lah, masa narik selimut lagi?