| Start: | Jan 2, '09 1:00p |
| End: | Jan 2, '09 4:00p |
| Location: | Bundaran HI |
Selasa, 30 Desember 2008
aksi Munashoroh Palestina!
masihkah kita...
Ini adalah hari terakhir di tahun 2008. Dan seperti di malam-malam pergantian tahun sebelumnya, akan ada banyak orang yang merayakannya dengan segenap bentuk acara. Pesta barbeque, kembang api, nonton, tiup terompet, dan puncaknya adalah menghitung detik-detik menjelang jam 12 malam teng!
Akan ada banyak perusahaan yang menggelontorkan pundi-pundinya untuk mendatangkan artis-artis dengan biaya yang buanyaaakkkk bgt! Penuh canda-tawa, kegembiraan, kemeriahan, dan hura-hura yang......sesaat. Hanya sesaat.
Aku bingung, kenapa begitu banyak orang yang dengan senangnya menyambut pergantian tahun masehi? Bukankah itu pertanda bumi sudah sedemikian tua, dan mungkin ajalnya akan datang sebentar lagi? Bagaimana jika ketika hitungan mundur mereka sudah mencapai angka 1 dan teriakan Happy New Year digemakan, terompet sangkakala dibunyikan?
Akan ada banyak perusahaan yang menggelontorkan pundi-pundinya untuk mendatangkan artis-artis dengan biaya yang buanyaaakkkk bgt! Penuh canda-tawa, kegembiraan, kemeriahan, dan hura-hura yang......sesaat. Hanya sesaat.
Aku bingung, kenapa begitu banyak orang yang dengan senangnya menyambut pergantian tahun masehi? Bukankah itu pertanda bumi sudah sedemikian tua, dan mungkin ajalnya akan datang sebentar lagi? Bagaimana jika ketika hitungan mundur mereka sudah mencapai angka 1 dan teriakan Happy New Year digemakan, terompet sangkakala dibunyikan?
Senin, 22 Desember 2008
tracking di curug cilember...
Hari jumat-minggu kemarin aku jalan-jalan bareng temen-temen pers kampus. Sekedar touring ke puncak, menghilangkan penat. Nyewa villa murah yang cuma dipake buat istirahat. Sisanya seharian kita jalan-jalan didaerah puncak.
Hari sabtunya kita tracking ke curug cilember. Klo cuma sampe curug 7 ato 5 kita dah biasa. Tapi hari itu kita coba naik ke curug 4.
Tracknya cukup rumit. Karena cuma berupa jalan setapak yang licin dan berlumpur. Penuh dengan semak berduri dan pacet yang setia banget menghisap darah dari kaki ato tangan kita. Ihhhh...
Kita lalui terus jalan yang rumit tadi. Bahkan sampe berpikiran, "siapa sih yang buka jalan? nanggung banget!" hehehehe...
Akhirnya kita sampe juga di curug 4. Sepi bgt, karena emang jarang pengunjung yang dateng ke sana. Biasanya mereka cuma sampe curug 5. Kita puas-puasin deh foto-foto di tempat itu. Sambil main-main air yang dinginnya ngalahin air kulkas...berrr.....
~~~***~~~
Allah memang luar biasa. DIA melukis sebuah pemandangan yang sangat indah di tempat itu. Air yang tak henti-hentinya mengucur deras dari balik bebatuan yang tersusun secara fantastis.
Dari pengalaman berkunjung ke curug 4 itu aku mendapat satu hikmah. Ternyata keindahan yang ingin kita dapatkan harus kita lalui dari perjalanan yang melelahkan. Bebatuan dan duri tajam akan kita lalui. Kesulitan demi kesulitan akan kita temui. Dan setelahnya, lihatlah...Allah telah memberikan akhir perjalanan yang sangat memuaskan. Begitu juga dalam menjalani hidup kita ini. Memang akan selalu bertemu dengan yang namanya ujian dan cobaan. Onak dan Duri. Kerikil-kerikil tajam yang melukai kaki. Tetapi setelah itu, kemudahan akan kita raih...
Hari sabtunya kita tracking ke curug cilember. Klo cuma sampe curug 7 ato 5 kita dah biasa. Tapi hari itu kita coba naik ke curug 4.
Tracknya cukup rumit. Karena cuma berupa jalan setapak yang licin dan berlumpur. Penuh dengan semak berduri dan pacet yang setia banget menghisap darah dari kaki ato tangan kita. Ihhhh...
Kita lalui terus jalan yang rumit tadi. Bahkan sampe berpikiran, "siapa sih yang buka jalan? nanggung banget!" hehehehe...
Akhirnya kita sampe juga di curug 4. Sepi bgt, karena emang jarang pengunjung yang dateng ke sana. Biasanya mereka cuma sampe curug 5. Kita puas-puasin deh foto-foto di tempat itu. Sambil main-main air yang dinginnya ngalahin air kulkas...berrr.....
~~~***~~~
Allah memang luar biasa. DIA melukis sebuah pemandangan yang sangat indah di tempat itu. Air yang tak henti-hentinya mengucur deras dari balik bebatuan yang tersusun secara fantastis.
Dari pengalaman berkunjung ke curug 4 itu aku mendapat satu hikmah. Ternyata keindahan yang ingin kita dapatkan harus kita lalui dari perjalanan yang melelahkan. Bebatuan dan duri tajam akan kita lalui. Kesulitan demi kesulitan akan kita temui. Dan setelahnya, lihatlah...Allah telah memberikan akhir perjalanan yang sangat memuaskan. Begitu juga dalam menjalani hidup kita ini. Memang akan selalu bertemu dengan yang namanya ujian dan cobaan. Onak dan Duri. Kerikil-kerikil tajam yang melukai kaki. Tetapi setelah itu, kemudahan akan kita raih...
Label:
air,
jalanjalan,
sepenggalrenungan,
terusmelangkah,
touring
di Hari Ibu itu aku...
Tanggal 22 desember kemarin semua orang tahu klo itu adalah Hari Ibu Nasional. Aku teringat dengan kata-kata Nabi Muhammad SAW ketika mengharuskan kita mencintai Ibu kita. Bahkan beliau menyebutnya tiga kali sebelum kemudian kita menghormati ayah kita.
Oke, sekarang aku akan bercerita tentang Ibuku.
Ibuku pernah menjadi seorang single parent. Orangtuaku bercerai mulai dari aku SD sampe aku mengecap bangku kuliahan (mau tahu rasa bangku kuliahan? sepet! ^__^).
Klo dipikir-pikir aku begitu salut pada Ibuku. Dia berjuang sendiri membesarkan ketiga anaknya. Mulai dari merias pengantin, membuat kue-kue, menjahit pakaian, dekorasi kamar pengantin, dia kerjakan. Ayahku hanya sesekali mengirimkan uang sekolah. Kondisi ekonomi yang sulit membuatnya tidak bisa mengirim banyak.
Masa-masa itu mungkin masa-masa tersuramku sebagai remaja. Tetapi entahlah, sekarang justru aku bersyukur pernah mengalaminya. Dan alhamdulillah aku gak seperti remaja-remaja yang mengalami brokenhome lainnya. Aku jauh dari sergapan narkoba dan pergaulan liar lainnya yang terkadang dijadikan pelarian para remaja yang brokenhome. Itu semua karena aku memiliki Ibu yang sangat luar biasa.
Sekarang beliau sudah menikah lagi dengan seorang pria keturunan madura yang masih abang adek ama Pepeng Jari-jari. Aku baru tahu kalo calon suami Ibuku itu adalah adeknya si Pepeng ketika masa lamaran. Aku heran, nih artis ngapain dateng, eh ga taunya dia abangnya calon suami Ibuku itu.Mau tau lebih jauh? Ternyata eh ternyata Ibunya calon suami Ibuku (bacanya ribet gak sih?) adalah mantan guru SMPnya Ibuku. What a small world!
Dan Ayah kandungku sekarang juga sudah menikah dengan seorang wanita yogya dan sudah memiliki 2 orang anak, adik-adikku. Allah memang luar biasa dalam membuat skenario kehidupan. DIA dengan sangat hebatnya memutar balik keadaan kami, dari kesusahan menjadi kemudahan.
~~~**~~~
Lebih lanjut mengenai Ibuku...
Beliau pernah menjadi inspirasiku ketika aku ditunjuk untuk mengisi muhasabah dalam suatu acara. Aku mengingat kembali wajah Ibuku. Mengenang kembali perjuangannya membesarkanku. Peluh dan airmatanya. Obrolan kami ketika aku memijat pundaknya yang lelah setelah seharian merias. Dan tangisku tumpah seketika ketika aku teringat belum berbuat banyak untuknya. Aku teringat ketika aku berbohong kalau kuliah dan skripsiku baik-baik saja hanya untuk tidak menambah beban pikirannya. Aku merasa bersalah saat itu. Aku rasanya belum sekalipun membuatnya tersenyum...
Aku pernah menjadi editor freelance untuk sebuah penerbitan buku. Dan ketika aku menyerahkan honorku, beliau malah berkata, "udah simpen aja, mama seneng kok kamu udah bisa nyari duit sendiri"
Sekarang, gak pernah terputus dalam doa setelah sholat untuk kebahagiaannya. Aku bermimpi untuk memberangkatkan beliau berhaji dengan rezeki yang kudapatkan. Semoga mimpi itu terlaksana sebelum beliau kembali ke pangkuan-Nya...
~~~**~~~
di Hari Ibu itu aku mendengarkan lagu Bunda yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw. Mataku terpejam, dan mataku kembali berkaca-kaca mengingat betapa besar jasa Ibuku yang tak mungkin kubalas itu...
Oke, sekarang aku akan bercerita tentang Ibuku.
Ibuku pernah menjadi seorang single parent. Orangtuaku bercerai mulai dari aku SD sampe aku mengecap bangku kuliahan (mau tahu rasa bangku kuliahan? sepet! ^__^).
Klo dipikir-pikir aku begitu salut pada Ibuku. Dia berjuang sendiri membesarkan ketiga anaknya. Mulai dari merias pengantin, membuat kue-kue, menjahit pakaian, dekorasi kamar pengantin, dia kerjakan. Ayahku hanya sesekali mengirimkan uang sekolah. Kondisi ekonomi yang sulit membuatnya tidak bisa mengirim banyak.
Masa-masa itu mungkin masa-masa tersuramku sebagai remaja. Tetapi entahlah, sekarang justru aku bersyukur pernah mengalaminya. Dan alhamdulillah aku gak seperti remaja-remaja yang mengalami brokenhome lainnya. Aku jauh dari sergapan narkoba dan pergaulan liar lainnya yang terkadang dijadikan pelarian para remaja yang brokenhome. Itu semua karena aku memiliki Ibu yang sangat luar biasa.
Sekarang beliau sudah menikah lagi dengan seorang pria keturunan madura yang masih abang adek ama Pepeng Jari-jari. Aku baru tahu kalo calon suami Ibuku itu adalah adeknya si Pepeng ketika masa lamaran. Aku heran, nih artis ngapain dateng, eh ga taunya dia abangnya calon suami Ibuku itu.Mau tau lebih jauh? Ternyata eh ternyata Ibunya calon suami Ibuku (bacanya ribet gak sih?) adalah mantan guru SMPnya Ibuku. What a small world!
Dan Ayah kandungku sekarang juga sudah menikah dengan seorang wanita yogya dan sudah memiliki 2 orang anak, adik-adikku. Allah memang luar biasa dalam membuat skenario kehidupan. DIA dengan sangat hebatnya memutar balik keadaan kami, dari kesusahan menjadi kemudahan.
~~~**~~~
Lebih lanjut mengenai Ibuku...
Beliau pernah menjadi inspirasiku ketika aku ditunjuk untuk mengisi muhasabah dalam suatu acara. Aku mengingat kembali wajah Ibuku. Mengenang kembali perjuangannya membesarkanku. Peluh dan airmatanya. Obrolan kami ketika aku memijat pundaknya yang lelah setelah seharian merias. Dan tangisku tumpah seketika ketika aku teringat belum berbuat banyak untuknya. Aku teringat ketika aku berbohong kalau kuliah dan skripsiku baik-baik saja hanya untuk tidak menambah beban pikirannya. Aku merasa bersalah saat itu. Aku rasanya belum sekalipun membuatnya tersenyum...
Aku pernah menjadi editor freelance untuk sebuah penerbitan buku. Dan ketika aku menyerahkan honorku, beliau malah berkata, "udah simpen aja, mama seneng kok kamu udah bisa nyari duit sendiri"
Sekarang, gak pernah terputus dalam doa setelah sholat untuk kebahagiaannya. Aku bermimpi untuk memberangkatkan beliau berhaji dengan rezeki yang kudapatkan. Semoga mimpi itu terlaksana sebelum beliau kembali ke pangkuan-Nya...
~~~**~~~
di Hari Ibu itu aku mendengarkan lagu Bunda yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw. Mataku terpejam, dan mataku kembali berkaca-kaca mengingat betapa besar jasa Ibuku yang tak mungkin kubalas itu...
Senin, 15 Desember 2008
Touring BIMA II 2008
| Start: | Dec 19, '08 6:00p |
| End: | Dec 21, '08 3:00p |
| Location: | puncak, jawa barat |
Kamis, 11 Desember 2008
yok kita adu tanding!
Seorang sahabat saya pernah ngasih tausyiah dalam sebuah pertemuan rutin mingguan. Sebuah pesan-pesan yang cukup menyentil bagi kita yang hadir pada saat itu. Mmmm...kurang lebih isinya begini, kalau salah-salah redaksi, itu kesalahan saya sendiri (palingan ntar sahabat saya itu juga bakal komen...)
ehem...saya ulang, kurang lebih prolognya begini :
"Teman-teman, coba renungkan. Pada suatu perlombaan lari, kita telah terdaftar jadi pesertanya. Kemudian ketika pistol tanda perlombaan dimulai, kita mulai berlari. Tapi diantara para peserta, ada juga yang hanya duduk-duduk di garis start. Ada juga yang malah hanya jadi penonton. Kemudian ada seseorang yang berlari kencang sampai garis finish. Tapi ternyata orang itu bukanlah peserta yang telah mendaftar sebelumnya. Dia main nyelonong aja ikut-ikutan berlari, dan menang. Setelah itu, kita cuma bisa pasrah. Terserah juri yang memutuskan, apakah orang itu -yang tidak mendaftar sebelumnya- menjadi pemenang dan mendapat hadiah utama dalam perlombaan lari atau tidak. Dalam nalar kita, tentunya juri tidak akan mengesahkan dia sebagai pemenang. Tapi sekalilagi, itu hak prerogatif juri untuk menentukan siapa juaranya."
Dalam hidup ini, alhamdulillah kita telah terdaftar untuk mengikuti sebuah pertandingan amal sholeh dengan syahadat yang kita lafaskan ulang disetiap sholat kita. Pertanyaannya, sudahkah kita memulai langkah kita digaris start? Jangan-jangan kita hanya jadi duduk-duduk santai atau bahkan hanya jadi penonton. Tapi diluar kita, banyak orang-orang baik yang beramal kebajikan, padahal dua kalimat syahadat itu blom keluar dari bibirnya. Bunda Theresa, Putri Diana, Sidharta Ghautama, dan orang-orang baik lain diluar, mereka berlomba-lomba mengamalkan kebaikan dengan cara mereka sendiri. Entahlah, apakah amal mereka akan diganjar dengan surga oleh Allah atau tidak. Itu hak Allah yang memutuskan.
Oleh karena itu, jangan sia-siakan nomer kepesertaan kita. Untuk kita Allah telah memberikan janji-Nya untuk memberikan ganjaran pada setiap amal kebaikan yang kita lakukan, bahkan yang sekecil biji atom. Asalkan....hanya untuk mengharap ridho-Nya...
ehem...saya ulang, kurang lebih prolognya begini :
"Teman-teman, coba renungkan. Pada suatu perlombaan lari, kita telah terdaftar jadi pesertanya. Kemudian ketika pistol tanda perlombaan dimulai, kita mulai berlari. Tapi diantara para peserta, ada juga yang hanya duduk-duduk di garis start. Ada juga yang malah hanya jadi penonton. Kemudian ada seseorang yang berlari kencang sampai garis finish. Tapi ternyata orang itu bukanlah peserta yang telah mendaftar sebelumnya. Dia main nyelonong aja ikut-ikutan berlari, dan menang. Setelah itu, kita cuma bisa pasrah. Terserah juri yang memutuskan, apakah orang itu -yang tidak mendaftar sebelumnya- menjadi pemenang dan mendapat hadiah utama dalam perlombaan lari atau tidak. Dalam nalar kita, tentunya juri tidak akan mengesahkan dia sebagai pemenang. Tapi sekalilagi, itu hak prerogatif juri untuk menentukan siapa juaranya."
Dalam hidup ini, alhamdulillah kita telah terdaftar untuk mengikuti sebuah pertandingan amal sholeh dengan syahadat yang kita lafaskan ulang disetiap sholat kita. Pertanyaannya, sudahkah kita memulai langkah kita digaris start? Jangan-jangan kita hanya jadi duduk-duduk santai atau bahkan hanya jadi penonton. Tapi diluar kita, banyak orang-orang baik yang beramal kebajikan, padahal dua kalimat syahadat itu blom keluar dari bibirnya. Bunda Theresa, Putri Diana, Sidharta Ghautama, dan orang-orang baik lain diluar, mereka berlomba-lomba mengamalkan kebaikan dengan cara mereka sendiri. Entahlah, apakah amal mereka akan diganjar dengan surga oleh Allah atau tidak. Itu hak Allah yang memutuskan.
Oleh karena itu, jangan sia-siakan nomer kepesertaan kita. Untuk kita Allah telah memberikan janji-Nya untuk memberikan ganjaran pada setiap amal kebaikan yang kita lakukan, bahkan yang sekecil biji atom. Asalkan....hanya untuk mengharap ridho-Nya...
Rabu, 10 Desember 2008
di sekretariat mungil itu...
mmm...pertama-tama bukannya mau ikut-ikutan temen nih. Tapi idenya emang ngambil dari MPnya dia...hehehe...gapapa yeee? klo temenku itu dia berkecimpung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Tiara 107,7 FM...Aku katakan saja kalo itu adalah media suara, karena anak radio pasti kerjaannye cuap-cuap syalalala...
nah, klo aku beda, aku kena kebagian di media cetaknya...tepatnya namanya Unit Kegiatan Pers Mahasiswa BIMA (Badan Informasi Mahasiswa) STEI...okeh...lanjut!
Tapi awalnya saya gak ada kepikiran barang sedikit pun untuk jadi anggota UKPM BIMA lho. Terpaksa, disuruh ama senior untuk nerusin program kerjanya. Soalnya ntu UKM hampir-hampir vakum. Ga ada anggota yang terbaru. Sisanya yang udah angkatan tua, yang dikit lagi mau disibukin ama urusan skripsinya. Jadi saya ama dua orang temen (sandi dan yudo) disuruh jadi penerusnya. Sandi diamanahin jadi pemimpin umumnya, Yudo jadi sekretaris umum, dan saya sendiri jadi pemimpin redaksinya. Lah, saya bingung kok saya yang ditugasin. Saya juga bingung, apa yang bisa diperbuat dengan anggota aktif yang cuma 3 orang. Tapi setelah di tausyiahin macem-macem dan dikasih motivasi ama murobbi, akhirnya amanah itu saya jalankan.
Pertama kali masuk ke sekretariatannya, asiiinnnnggg banget. Ketemu sama orang-orang yang sama sekali baru saya kenal., lagipula mereka juga lebih senior. Ruangannya mungil seperti lorong. Bayangkan, sekretariatannya cuma berupa lorong 2x15 meter dengan satu ruang redaksi berukuran 3x7 meter di ujung lorong tersebut. Mirip-mirip ama bentuk palu gitu deh. Bisa dibayangin, kalo lagi rapat redaksi kita musti duduk berhadap-hadapan sambil melipat kaki.
Sempat beberapa bulan hati saya blom sreg sama UKM tersebut. Selain keadaannya hedonis bgt (maksudnya cewe-cowo gabung satu ruang gitu...). Waktu itu kan saya juga jadi anggota remaja masjid, jadi rada canggung klo berinteraksi kayak gitu. Akhirnya untuk pertama kalinya mungkin pas rapat dibikin jarak antar cewe-cowo. Saya masih inget bgt, waktu pertama kali masuk ada kak Jaya dan kak Indra yang bae bgt ngasih tau tugas-tugas kita sebagai penerus mereka. Ada juga bang Prada dan kak Oki yang bae bgt ngajarin saya desain grafis. Trus ada kak Dadan, kak Dimas, kak Yani, kak Marta, dan kak Dine yang rela bgt ngeluangin waktunya untuk nemenin kita ngeliput.
Awalnya emang terpaksa, tapi lama-lama jadi cinta ama sekretariatan UKPM BIMA yang imut-imut itu. Tapi mungkin disinilah bakat terpendam saya muncul. Mulai dari bidang desain grafis, fotografi, dan tulis menulis saya pelajari lebih dalam. Sampai akhirnya ketiga hal inilah yang membentuk diri saya sekarang. Saya pernah sampe jam 10 malem masih duduk di depan komputer sekretariat cuma untuk belajar pagemaker dan photoshop sampe akhirnya satpam ngusir secara halus dengan mematikan lampu kampus. Sampe-sampe bang Prada dan istrinya yang kadang nengok ke kampus malem-malem selalu bilang, "pasti deh, jam 9 malem gini ada si Akbar!".
Saya yang tadinya males bgt ngobrol ama dosen, karena tugas liputan, terpaksa harus lebih sering ngobrol ama dosen -yang disebelin sekalipun- cuma untuk ngedapetin info terbaru seputar kampus. Efeknya sih ada, saya pernah dateng terlambat untuk masuk kelas -terlambat sekitar 30 menit- dan dosen yang ngajar cuma senyum ke saya terus bilang ke temen-temen kelas, "akhirnya aktivis kita datang juga..."
Banyak dukanya juga lho. Komputer kita sering bgt ngadat. Musti bolak-balik ngebenerin ke harco mangga dua. Terus atapnya sering bgt jadi pancuran air kalo turun hujan. Dimarahin senat kalo buletinnya terlambat terbit, sampe anggota yang ngabur-ngaburan. Hiks...T_T
Akhirnya dibenahin deh atu-atu. Komputer kita beli yang baru dengan spesifikasi yang mantap buat desain grafis. Scanner ama printernya kita rawat sebisanya. Terus atapnya kita buat tadahan dari spanduk-spanduk yang kita ambil dari UKM-UKM lain.
Yang ngebanggain, UKPM BIMA jadi pelopor dalam membuat video profile UKM. Jadi cerita gini, kita pernah berencana untuk membuat video dokumentasi kegiatan-kegiatan kampus selama setahun. Isinya macem-macem, mulai dari kegiatan-kegiatan UKM lain, profile UKM lain, terus kilasan profile mantan mahasiswa STEI yang udah sukses, dan lain-lain. Tapi ditengah jalan, rencana kita terputus karena kendala dana.
Tapi ide kita itu dipake ama senat mahasiswa. Pas acara ospek mahasiswa baru, seluruh UKM di suruh untuk membuat video profile UKM masing-masing. Dan video profile UKPM BIMA waktu itu yang paling keren lho! (bukannya nyombong, tapi ini testimoni langsung dari para mahasiswa baru yang kita tanyain)
Kurang lebih 3 tahun, saya dan dua orang teman saya tadi membangun UKPM BIMA dari awal. Mulai dari anggota cuma 10 orang di tahun pertama, sekarang udah berkembang jadi 30 orangan.
Waktu mau lulus, berat bgt untuk ninggalin UKPM BIMA. Selain pengurus yang sekarang masih blom gape bgt ngedesain, mereka masih ada juga yang malu-malu ngeliput. Soalnya sampe terakhir saya nyusun skripsi, beberapa kegiatan masih saya juga yang diandelin. Mulai dari desain buletin, desain acara, nyari pembicara, dan lain-lain. Tapi ngeliat kekompakkan mereka jadi sedikit lega juga. Mereka udah cinta bgt ama sekretariatannya. Mereka bersemangat untuk meneruskan perjuangan saya dan 2 orang teman saya tadi. Dan itu yang utama. Saya gak bakal lupain saat-saat kita saling menyatukan tangan kita dan berteriak, "semangat! untuk BIMA!"
Saat itu mungkin yang lain gak tau klo dari mata saya menetes airmata haru plus bangga, dan dalam hati saya berucap, "mungkin ini saatnya saya lepas tanggung jawab"
Klo dipikir-pikir, bukan karena saya sudah nggak jadi mahasiswa lagi terus tugas saya selesai. Sekarang saya tergabung dalam dewan penasehat UKPM BIMA. Kerjanya sih gak lebih dari ngajarin anak-anak itu untuk jadi jurnalis ama ngajarin desain grafis.
di UKPM BIMA, saya yang awalnya nothing berkembang jadi something. Entahlah, mungkin ini takdir Allah yang luar biasa, yang patut saya syukuri.
nah, klo aku beda, aku kena kebagian di media cetaknya...tepatnya namanya Unit Kegiatan Pers Mahasiswa BIMA (Badan Informasi Mahasiswa) STEI...okeh...lanjut!
Tapi awalnya saya gak ada kepikiran barang sedikit pun untuk jadi anggota UKPM BIMA lho. Terpaksa, disuruh ama senior untuk nerusin program kerjanya. Soalnya ntu UKM hampir-hampir vakum. Ga ada anggota yang terbaru. Sisanya yang udah angkatan tua, yang dikit lagi mau disibukin ama urusan skripsinya. Jadi saya ama dua orang temen (sandi dan yudo) disuruh jadi penerusnya. Sandi diamanahin jadi pemimpin umumnya, Yudo jadi sekretaris umum, dan saya sendiri jadi pemimpin redaksinya. Lah, saya bingung kok saya yang ditugasin. Saya juga bingung, apa yang bisa diperbuat dengan anggota aktif yang cuma 3 orang. Tapi setelah di tausyiahin macem-macem dan dikasih motivasi ama murobbi, akhirnya amanah itu saya jalankan.
Pertama kali masuk ke sekretariatannya, asiiinnnnggg banget. Ketemu sama orang-orang yang sama sekali baru saya kenal., lagipula mereka juga lebih senior. Ruangannya mungil seperti lorong. Bayangkan, sekretariatannya cuma berupa lorong 2x15 meter dengan satu ruang redaksi berukuran 3x7 meter di ujung lorong tersebut. Mirip-mirip ama bentuk palu gitu deh. Bisa dibayangin, kalo lagi rapat redaksi kita musti duduk berhadap-hadapan sambil melipat kaki.
Sempat beberapa bulan hati saya blom sreg sama UKM tersebut. Selain keadaannya hedonis bgt (maksudnya cewe-cowo gabung satu ruang gitu...). Waktu itu kan saya juga jadi anggota remaja masjid, jadi rada canggung klo berinteraksi kayak gitu. Akhirnya untuk pertama kalinya mungkin pas rapat dibikin jarak antar cewe-cowo. Saya masih inget bgt, waktu pertama kali masuk ada kak Jaya dan kak Indra yang bae bgt ngasih tau tugas-tugas kita sebagai penerus mereka. Ada juga bang Prada dan kak Oki yang bae bgt ngajarin saya desain grafis. Trus ada kak Dadan, kak Dimas, kak Yani, kak Marta, dan kak Dine yang rela bgt ngeluangin waktunya untuk nemenin kita ngeliput.
Awalnya emang terpaksa, tapi lama-lama jadi cinta ama sekretariatan UKPM BIMA yang imut-imut itu. Tapi mungkin disinilah bakat terpendam saya muncul. Mulai dari bidang desain grafis, fotografi, dan tulis menulis saya pelajari lebih dalam. Sampai akhirnya ketiga hal inilah yang membentuk diri saya sekarang. Saya pernah sampe jam 10 malem masih duduk di depan komputer sekretariat cuma untuk belajar pagemaker dan photoshop sampe akhirnya satpam ngusir secara halus dengan mematikan lampu kampus. Sampe-sampe bang Prada dan istrinya yang kadang nengok ke kampus malem-malem selalu bilang, "pasti deh, jam 9 malem gini ada si Akbar!".
Saya yang tadinya males bgt ngobrol ama dosen, karena tugas liputan, terpaksa harus lebih sering ngobrol ama dosen -yang disebelin sekalipun- cuma untuk ngedapetin info terbaru seputar kampus. Efeknya sih ada, saya pernah dateng terlambat untuk masuk kelas -terlambat sekitar 30 menit- dan dosen yang ngajar cuma senyum ke saya terus bilang ke temen-temen kelas, "akhirnya aktivis kita datang juga..."
Banyak dukanya juga lho. Komputer kita sering bgt ngadat. Musti bolak-balik ngebenerin ke harco mangga dua. Terus atapnya sering bgt jadi pancuran air kalo turun hujan. Dimarahin senat kalo buletinnya terlambat terbit, sampe anggota yang ngabur-ngaburan. Hiks...T_T
Akhirnya dibenahin deh atu-atu. Komputer kita beli yang baru dengan spesifikasi yang mantap buat desain grafis. Scanner ama printernya kita rawat sebisanya. Terus atapnya kita buat tadahan dari spanduk-spanduk yang kita ambil dari UKM-UKM lain.
Yang ngebanggain, UKPM BIMA jadi pelopor dalam membuat video profile UKM. Jadi cerita gini, kita pernah berencana untuk membuat video dokumentasi kegiatan-kegiatan kampus selama setahun. Isinya macem-macem, mulai dari kegiatan-kegiatan UKM lain, profile UKM lain, terus kilasan profile mantan mahasiswa STEI yang udah sukses, dan lain-lain. Tapi ditengah jalan, rencana kita terputus karena kendala dana.
Tapi ide kita itu dipake ama senat mahasiswa. Pas acara ospek mahasiswa baru, seluruh UKM di suruh untuk membuat video profile UKM masing-masing. Dan video profile UKPM BIMA waktu itu yang paling keren lho! (bukannya nyombong, tapi ini testimoni langsung dari para mahasiswa baru yang kita tanyain)
Kurang lebih 3 tahun, saya dan dua orang teman saya tadi membangun UKPM BIMA dari awal. Mulai dari anggota cuma 10 orang di tahun pertama, sekarang udah berkembang jadi 30 orangan.
Waktu mau lulus, berat bgt untuk ninggalin UKPM BIMA. Selain pengurus yang sekarang masih blom gape bgt ngedesain, mereka masih ada juga yang malu-malu ngeliput. Soalnya sampe terakhir saya nyusun skripsi, beberapa kegiatan masih saya juga yang diandelin. Mulai dari desain buletin, desain acara, nyari pembicara, dan lain-lain. Tapi ngeliat kekompakkan mereka jadi sedikit lega juga. Mereka udah cinta bgt ama sekretariatannya. Mereka bersemangat untuk meneruskan perjuangan saya dan 2 orang teman saya tadi. Dan itu yang utama. Saya gak bakal lupain saat-saat kita saling menyatukan tangan kita dan berteriak, "semangat! untuk BIMA!"
Saat itu mungkin yang lain gak tau klo dari mata saya menetes airmata haru plus bangga, dan dalam hati saya berucap, "mungkin ini saatnya saya lepas tanggung jawab"
Klo dipikir-pikir, bukan karena saya sudah nggak jadi mahasiswa lagi terus tugas saya selesai. Sekarang saya tergabung dalam dewan penasehat UKPM BIMA. Kerjanya sih gak lebih dari ngajarin anak-anak itu untuk jadi jurnalis ama ngajarin desain grafis.
di UKPM BIMA, saya yang awalnya nothing berkembang jadi something. Entahlah, mungkin ini takdir Allah yang luar biasa, yang patut saya syukuri.
Minggu, 30 November 2008
saling kritik mengkritik...a.k.a saling berbeda pendapat
Yang namanya kritik itu selalu nikmat. Karena kritik selalu tercipta dari buah karya yang handal. Dari tangan-tangan yang telaten. Apalagi kritik yang pedes. Beh, dijamin kalo dicemil sembari nonton TV akan tambah nikmat....
...bentar-bentar, salah buka kamus...itu sih kripik singkong...
oke...setelah cek dan ricek di wikipedia.com, ada satu artikel tentang kritik...kutip bentar
"Kritik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani κριτικός, kritikós - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuna κριτής, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Istilah ini biasa dipergunakan untuk menggambarkan seorang pengikut posisi yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan."
Bayangkan, ketika kita sudah mengeluarkan suatu pendapat atau membuat suatu karya seni yang menurut kita okeeee...bgt. Trus ada seseorang yang tiba-tiba tidak sependapat ama kita. Apa yang akan kita lakukan. Sebagian besar orang dijamin akan mempertahankan egonya. Pasti...
Mmm...menurut saya, ada dua hal yang membuat seseorang tidak bisa menerima sebuah kritikan:
1. kritikan itu bukan kritikan yang bagus, atau dengan kata lain cuma menghina karya seni yang kita buat.
2. emang dasar keras hati, jadi segala macem kritikan akan selalu ditolak. Karena merasa "gw loh yang paling hebat diantara kalian...!"
iyakan?
Padahal kita terlahir dalam keadaan miskin ilmu, bahkan untuk makan pun masih disuapi, untuk berjalan masih ditatah, dan bahkan untuk bernafas pun masih dikasih secara cuma-cuma dengan otot paru-paru serta jantung yang bekerja otomatis...
Siapakah kita yang merasa paling hebat segalanya? La hawla wala quata ila billah...
Kalimat yg saya cetak tebal berlaku untuk si peng-kritik dan yang di-kritik.
Makanya sebelum kita mengeluarkan suatu kritik, juga jangan asal kritik. Kritik tersebut haruslah membuat orang yang dikritik terpecut dan berkembang. Jangan mengkritik jika dalam hati kita ada perasaan benci pada orang yang akan kita kritik, karena itu akan mempengaruhi kualitas kritikan kita. Dan yang dikritik jangan langsung berburuk sangka pada orang yang mengkritik jika kritikan itu kritikan yang membangun.
Ketika perang khandak, Rasulullah SAW meminta pendapat orang lain, padahal dia juga punya pendapat pribadi. Sebagai Rasul, tentunya beliau mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT. Tapi hal itu beliau sisihkan dahulu. Berbagai macam pendapat dikeluarkan oleh para sahabat. Sahabat A berpendapat A, sahabat B berpendapat B. Persilangan pendapat terjadi tentunya karena yang satu tidak sependapat dengan yang lain. Sampai akhirnya sebuah pendapat keluar dari seorang pemuda bernama Salman Al-farisi ra. Dan strategi perang mutakhir pun tercipta dimana Kaum Muslimin memenangkan peperangan tersebut. Kondisi tersebut tak akan terjadi jika para sahabat yang lebih tua mementingkan pendapatnya masing-masing atau tidak mau dikritik satu dengan yang lain.
So...saling mengkritik itu bagus, dan buatlah kritikan itu bermanfaat bagi yang dikritik. Karena setiap ucapan kita kelak akan dipertanggungjawabkan di Hari Perhitungan nanti.
oke...setelah cek dan ricek di wikipedia.com, ada satu artikel tentang kritik...kutip bentar
"Kritik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani κριτικός, kritikós - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuna κριτής, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Istilah ini biasa dipergunakan untuk menggambarkan seorang pengikut posisi yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan."
Bayangkan, ketika kita sudah mengeluarkan suatu pendapat atau membuat suatu karya seni yang menurut kita okeeee...bgt. Trus ada seseorang yang tiba-tiba tidak sependapat ama kita. Apa yang akan kita lakukan. Sebagian besar orang dijamin akan mempertahankan egonya. Pasti...
Mmm...menurut saya, ada dua hal yang membuat seseorang tidak bisa menerima sebuah kritikan:
1. kritikan itu bukan kritikan yang bagus, atau dengan kata lain cuma menghina karya seni yang kita buat.
2. emang dasar keras hati, jadi segala macem kritikan akan selalu ditolak. Karena merasa "gw loh yang paling hebat diantara kalian...!"
iyakan?
Padahal kita terlahir dalam keadaan miskin ilmu, bahkan untuk makan pun masih disuapi, untuk berjalan masih ditatah, dan bahkan untuk bernafas pun masih dikasih secara cuma-cuma dengan otot paru-paru serta jantung yang bekerja otomatis...
Siapakah kita yang merasa paling hebat segalanya? La hawla wala quata ila billah...
Kalimat yg saya cetak tebal berlaku untuk si peng-kritik dan yang di-kritik.
Makanya sebelum kita mengeluarkan suatu kritik, juga jangan asal kritik. Kritik tersebut haruslah membuat orang yang dikritik terpecut dan berkembang. Jangan mengkritik jika dalam hati kita ada perasaan benci pada orang yang akan kita kritik, karena itu akan mempengaruhi kualitas kritikan kita. Dan yang dikritik jangan langsung berburuk sangka pada orang yang mengkritik jika kritikan itu kritikan yang membangun.
Ketika perang khandak, Rasulullah SAW meminta pendapat orang lain, padahal dia juga punya pendapat pribadi. Sebagai Rasul, tentunya beliau mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT. Tapi hal itu beliau sisihkan dahulu. Berbagai macam pendapat dikeluarkan oleh para sahabat. Sahabat A berpendapat A, sahabat B berpendapat B. Persilangan pendapat terjadi tentunya karena yang satu tidak sependapat dengan yang lain. Sampai akhirnya sebuah pendapat keluar dari seorang pemuda bernama Salman Al-farisi ra. Dan strategi perang mutakhir pun tercipta dimana Kaum Muslimin memenangkan peperangan tersebut. Kondisi tersebut tak akan terjadi jika para sahabat yang lebih tua mementingkan pendapatnya masing-masing atau tidak mau dikritik satu dengan yang lain.
So...saling mengkritik itu bagus, dan buatlah kritikan itu bermanfaat bagi yang dikritik. Karena setiap ucapan kita kelak akan dipertanggungjawabkan di Hari Perhitungan nanti.
Sabtu, 29 November 2008
bicara tentang kegagalan.
Saya pernah ditanya tentang apa itu yang dimaksud dengan kegagalan. Saat itu jawaban saya adalah, "kegagalan adalah ketika kita tidak memulai untuk berusaha. Kalau kita sudah berusaha dan ternyata usaha kita tidak berhasil, berarti kita tidak gagal, tapi cuma belum berhasil. Karena kita sudah berani mencoba untuk memulai"
Dan apa itu yang dimaksud dengan sukses?
Saya menjawab, "sukses adalah ketika kita berani memulai suatu hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya"
Pernah nonton acara Fear Factor kan? Di acara itu ada beberapa orang yang ditantang untuk menjalani aksi yang belum pernah dia lakukan. Ada yang berhasil, dan ada juga yang tidak. bagi yang tidak, bisa kita sebut mereka telah gagal?
Dalam pandangan awam, mereka akan dikatakan telah gagal total. Tapi sebenarnya tidak! Karena ingat, sebelumnya mereka belum pernah melakukan aksi tersebut.
Sekarang kita bisa membaca buku dimalam hari karena dulu seorang Thomas Alfa Edison melakukan percobaan membuat lampu setelah bereksperimen sebanyak 10 ribu kali! Dalam sebuah buku yang menceritakan tentang dirinya, Thomas Alfa Edison pernah ditanya, "bagaimana dengan kegagalan eksperimen 9.999 sebelumnya?" Dan dia menjawab, "Saya tidak pernah menganggap 9.999 eksperimen saya sebelumnya sebagai sebuah kegagalan. Karena 9.999 eksperimen saya sebelumnya melengkapi eksperimen saya yang ke 10.000"
Mas...mas...untung nt gak berhenti di percobaan ke 9.999...^_^
Dan apa itu yang dimaksud dengan sukses?
Saya menjawab, "sukses adalah ketika kita berani memulai suatu hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya"
Pernah nonton acara Fear Factor kan? Di acara itu ada beberapa orang yang ditantang untuk menjalani aksi yang belum pernah dia lakukan. Ada yang berhasil, dan ada juga yang tidak. bagi yang tidak, bisa kita sebut mereka telah gagal?
Dalam pandangan awam, mereka akan dikatakan telah gagal total. Tapi sebenarnya tidak! Karena ingat, sebelumnya mereka belum pernah melakukan aksi tersebut.
Sekarang kita bisa membaca buku dimalam hari karena dulu seorang Thomas Alfa Edison melakukan percobaan membuat lampu setelah bereksperimen sebanyak 10 ribu kali! Dalam sebuah buku yang menceritakan tentang dirinya, Thomas Alfa Edison pernah ditanya, "bagaimana dengan kegagalan eksperimen 9.999 sebelumnya?" Dan dia menjawab, "Saya tidak pernah menganggap 9.999 eksperimen saya sebelumnya sebagai sebuah kegagalan. Karena 9.999 eksperimen saya sebelumnya melengkapi eksperimen saya yang ke 10.000"
Mas...mas...untung nt gak berhenti di percobaan ke 9.999...^_^
temuilah kesulitan, karena dibaliknya ada 'emas' yang berlimpah
Teman-teman, sudahkah kita menemui kesulitan? Kalau belum, introspeksi diri. Loh? kok kita disuruh menemui kesulitan? Bukankah hidup enak nyaman bagai raja di istana yang megah adalah impian semua orang?
Begini, dalam hidup kita, akan ada selalu kerikil tajam yang menyakitkan telapak kaki ini ketika berpijak. Akan selalu ada pendakian-pendakian terjal sebelum mencapai puncak. Dan akan ada sungai berarus deras sebelum terlihat padang rumput hijau lapang yang menyejukkan pandangan.
Minyak wangi tidak akan harum sebelum disemprotkan. Tongkat kayu tidak akan hilang sebelum dia dibakar. Dan begitu juga kesulitan, akan menjadi kenikmatan dan kebaikan bagi kita.
Waktu bayi, pasti donk kita jatuh bangun dulu sebelum bisa berjalan sempurna. Kalau kita tidak pernah merasakan jatuh, maka kita akan takut untuk melangkah. Tapi setelah kita tahu rasanya jatuh, kita akan berfikir "ooo...begitu toh rasanya jatoh..."
Atau...ketika kita belajar bersepeda roda dua. Ada yang langsung bisa? Ga ada kan? Pasti lutut dan telapak tangan kita akan lecet-lecet sebelum akhirnya kita berani ngebut dijalanan.
Bukankah Allah sudah "berbicara" pada kita dalam surat cintanya "setelah kesulitan ada kemudahan, dan setelah kesulitan ada kemudahan"?
Bukankah Nabi Muhammad SAW menemui banyak cobaan sampai akhirnya bisa merubah tanah tandus arab menjadi negeri yang disegani?
So, kenapa kita tidak mau menemui kesulitan?
Jangan ciut ama cobaan, karena cobaan dapat membuat kita lebih dewasa, membuat kita lebih berakal, dan membuat kita lebih bersemangat.
Ingat, seorang pemuda hitam legam dan kurus bernama Bilal bin Rabbah pernah dihimpit batu ditengah terik mentari yang panas, sebelum dia menjadi penyeru waktu sholat yang terkenal dizamannya.
Begini, dalam hidup kita, akan ada selalu kerikil tajam yang menyakitkan telapak kaki ini ketika berpijak. Akan selalu ada pendakian-pendakian terjal sebelum mencapai puncak. Dan akan ada sungai berarus deras sebelum terlihat padang rumput hijau lapang yang menyejukkan pandangan.
Minyak wangi tidak akan harum sebelum disemprotkan. Tongkat kayu tidak akan hilang sebelum dia dibakar. Dan begitu juga kesulitan, akan menjadi kenikmatan dan kebaikan bagi kita.
Waktu bayi, pasti donk kita jatuh bangun dulu sebelum bisa berjalan sempurna. Kalau kita tidak pernah merasakan jatuh, maka kita akan takut untuk melangkah. Tapi setelah kita tahu rasanya jatuh, kita akan berfikir "ooo...begitu toh rasanya jatoh..."
Atau...ketika kita belajar bersepeda roda dua. Ada yang langsung bisa? Ga ada kan? Pasti lutut dan telapak tangan kita akan lecet-lecet sebelum akhirnya kita berani ngebut dijalanan.
Bukankah Allah sudah "berbicara" pada kita dalam surat cintanya "setelah kesulitan ada kemudahan, dan setelah kesulitan ada kemudahan"?
Bukankah Nabi Muhammad SAW menemui banyak cobaan sampai akhirnya bisa merubah tanah tandus arab menjadi negeri yang disegani?
So, kenapa kita tidak mau menemui kesulitan?
Jangan ciut ama cobaan, karena cobaan dapat membuat kita lebih dewasa, membuat kita lebih berakal, dan membuat kita lebih bersemangat.
Ingat, seorang pemuda hitam legam dan kurus bernama Bilal bin Rabbah pernah dihimpit batu ditengah terik mentari yang panas, sebelum dia menjadi penyeru waktu sholat yang terkenal dizamannya.
hari raya qurban!!!
| Start: | Dec 8, '08 8:00p |
| End: | Dec 11, '08 |
| Location: | bumi ALLAH SWT |
Kamis, 27 November 2008
jangan hidup seperti air yang mengalir, jangan hidup dengan penuh perhitungan matematika
Wahai anak terhormat
Berjalanlah menuju kemuliaan
Tinggalkan tidur
Berpisahlah dengan kemalasan
Naiki tangga inovasi
Terbanglah menuju kesempurnaan
Lalu, teriakan di dalam hatimu:
"Berangkatlah kamu, baik ringan ataupun berat!"
Berjalanlah menuju kemuliaan
Tinggalkan tidur
Berpisahlah dengan kemalasan
Naiki tangga inovasi
Terbanglah menuju kesempurnaan
Lalu, teriakan di dalam hatimu:
"Berangkatlah kamu, baik ringan ataupun berat!"
Gubahan puisi diatas adalah karya DR.'Aidh al-Qarni.
Beliau mencoba mengajak kita untuk terus melangkah di kehidupan. Kita harus sukses, sukses dalam segala hal kebaikan. Sukses gak melulu dalam hal yang konkret, karena kesuksesan tidak pernah diukur dalam hal yang pasti. Banyaknya harta, banyaknya teman, tingginya jabatan, dan lain sebagainya, jika tidak berujung pada kebaikan maka akan sia-sia.
Terkadang kita hidup terlalu ringan, ringan bagaikan air yang mengalir tak tentu arah. Bisa saja mengalir menuju selokan yang kotor, atau malah jadi air yang tergenang yang membawa bibit penyakit. Ini contoh dari kemalasan. Karena kemalasan tidak selalu berarti tidak bergerak. Memang kita bergerak, tapi kita tidak membuat rencana pergerakannya.
Untuk itu tentu kita harus penuh perhitungan. Tapi...ada tapinya nih...jangan lupa, takdir kita ada di tangan Allah. Terkadang kita membuat rencana yang sangat-sangat ideal, bahkan kita merasa sampai bisa memperkirakan hasil akhir dari perhitungan matematis kita. Dan ketika hasil perhitungan kita diperkirakan tidak maksimal, kita berhenti dan mulai kembali membuat perhitungan yang baru. Ribet!
Maka dari itu, kita harus berpikir untuk hidup seperti air ledeng yang menuju pipa-pipa. Pipa-pipa itu kita tujukan untuk mengarah pada tempat-tempat yang baik. Menjadi air yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Dan kemudian berdoa, semoga dalam perjalanan kita menuju menjadi baik tadi tidak ada hambatan. Karena Allah yang akan menentukan akhir dari perjalanan kita. Karena rumus matematika Allah beda ama kita.
Suatu waktu saya pernah nonton acara Mario Teguh The Golden Ways. Saat itu MT berkata, "jangan pernah puas dengan keadaan kita yang sekarang. Karena rasa puas itulah yang membuat kita tidak bisa mengembangkan potensi kebaikan dalam diri kita"
So? You Know Lah...! Semoga kesuksesan hidup hadir dalam kehidupan kita.
Rahasia Sukses orang-orang Besar
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Religion & Spirituality |
| Author: | DR.'Aidh al-Qarni |
Mungilnya buku tak berarti menghalangi besarnya manfaat yang terkandung didalamnya (ini kutipan dari sampul belakangnya..^__^)
Okeh, sebagian tulisan saya berikutnya akan mengutip beberapa tulisan beliau dari buku ini. Tentunya dengan redaksional tersendiri ala saya sendiri...
Senin, 17 November 2008
"kamera" Allah yang tak pernah rusak
pas sabtu 15 november kemarin aku datang ke perkumpulan orang-orang yang mencintai Allah. dan salah satu sahabat gw memberikan tausyiah, yang mungkin sudah sering didengar oleh orang-orang. tapi dia membawakannya dengan apik dan menarik.
dia berbicara tentang makna ihsan.
dia merubah konsep tentang tugas malaikat pencatat amal kebaikan dan keburukan yang selalu berada di kanan dan kiri kita. biasanya kita selalu diberi tahu bahwa mereka mencatat setiap perilaku kita, dan mungkin saja mereka terlewat dalam mencatat, terutama ketika kita sedang khilaf. dia ngomong gini :"yang namanya nyatet kan bisa aja kelewat, seorang wartawan aja kadang bisa ketinggalan nyatet perkataan narasumber"
"tapi Allah tidak, Dia merekam setiap tindak tanduk kita. dan dihari perhitungan nanti, rekaman video kehidupan kita akan diputar. di hari itu ada orang yang tenggelam dengan keringatnya saking malunya karena setiap orang akan melihat apa yang telah dia lakukan selama hidup" (kurang lebih begitu, redaksinya ku rubah-rubah dikit)
dan Allah punya banyak "CCTV" yang akan merekam setiap perilaku, perkataan, perbuatan, bahkan boleh jadi isi pikiran kita. rekaman itu tidak pernah mati atau nge-hank. terus berputar tanpa pernah pitanya kusut.
"CCTV" itu akan merekam mulai dari awal kita menghirup udara sampai akhirnya kita menghembuskan udara terakhir.
"CCTV" itu akan selalu merekam walaupun kita mencoba bersembunyi di benteng yang tebal sekalipun.
"CCTV" itu akan diperlihatkan oleh seluruh umat manusia di hari nanti.
so, jagalah hidupmu mulai dari perdetiknya.
ada cerita...
seorang anak bertanya pada ayahnya.
"ayah, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap berbuat baik selama setahun?"
ayahnya menjawab,"tidak bisa, anakku"
"kalau sebulan, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap baik?"
"tetap tidak bisa" jawab ayahnya.
"kalau seminggu?"
ayahnya tetap menjawab tidak bisa.
anaknya terus bertanya, "kalau dalam sehari?" "kalau dalam sejam?" "dalam semenit?"
saat itu ayahnya menjawab, "mungkin"
sampai akhirnya si anak kembali bertanya,"jika perdetik?"
ayahnya menjawab, "itu baru bisa"
so...jagalah hidupmu dari kekhilafan dalam perdetik hidupmu karena...
"kamera" Allah tidak pernah rusak...
dia berbicara tentang makna ihsan.
dia merubah konsep tentang tugas malaikat pencatat amal kebaikan dan keburukan yang selalu berada di kanan dan kiri kita. biasanya kita selalu diberi tahu bahwa mereka mencatat setiap perilaku kita, dan mungkin saja mereka terlewat dalam mencatat, terutama ketika kita sedang khilaf. dia ngomong gini :"yang namanya nyatet kan bisa aja kelewat, seorang wartawan aja kadang bisa ketinggalan nyatet perkataan narasumber"
"tapi Allah tidak, Dia merekam setiap tindak tanduk kita. dan dihari perhitungan nanti, rekaman video kehidupan kita akan diputar. di hari itu ada orang yang tenggelam dengan keringatnya saking malunya karena setiap orang akan melihat apa yang telah dia lakukan selama hidup" (kurang lebih begitu, redaksinya ku rubah-rubah dikit)
dan Allah punya banyak "CCTV" yang akan merekam setiap perilaku, perkataan, perbuatan, bahkan boleh jadi isi pikiran kita. rekaman itu tidak pernah mati atau nge-hank. terus berputar tanpa pernah pitanya kusut.
"CCTV" itu akan merekam mulai dari awal kita menghirup udara sampai akhirnya kita menghembuskan udara terakhir.
"CCTV" itu akan selalu merekam walaupun kita mencoba bersembunyi di benteng yang tebal sekalipun.
"CCTV" itu akan diperlihatkan oleh seluruh umat manusia di hari nanti.
so, jagalah hidupmu mulai dari perdetiknya.
ada cerita...
seorang anak bertanya pada ayahnya.
"ayah, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap berbuat baik selama setahun?"
ayahnya menjawab,"tidak bisa, anakku"
"kalau sebulan, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap baik?"
"tetap tidak bisa" jawab ayahnya.
"kalau seminggu?"
ayahnya tetap menjawab tidak bisa.
anaknya terus bertanya, "kalau dalam sehari?" "kalau dalam sejam?" "dalam semenit?"
saat itu ayahnya menjawab, "mungkin"
sampai akhirnya si anak kembali bertanya,"jika perdetik?"
ayahnya menjawab, "itu baru bisa"
so...jagalah hidupmu dari kekhilafan dalam perdetik hidupmu karena...
"kamera" Allah tidak pernah rusak...
Selasa, 11 November 2008
terus melangkah...bersama-sama!
"trus melangkah meninggalkanmu, letih hati perhatikan sikapmu..lalalalala" (yang hapal lanjutin sendiri....)
lagunya sih lagu peterpan, tapi gak papa deh kita ambil sedikit renungan dari lagu tersebut.
kenapa kita harus terus melangkah. karena sang waktu tidak akan sedikit pun lelah menunggu kita. dia akan terus berputar mengikuti takdirnya. tanpa pernah lelah tuk sekedar berhenti menghilangkan penat, bahkan penat pun dia tak kenal.
memang bukan langkah raksasa yang akan kita jalani. tapi setapak demi setapak yang harus kita lalui. tapi...perhatikan sekeliling, dan jangan hanya terfokus pada ujung jalan. (maksudnya, klo mau sukses jangan sendirian, ajak-ajak yang lain gitu...)
klo lagunya peterpan sih mau egonya sendiri. melangkah sendiri dan meninggalkan yang lain. memang dalam dunia yang fana ini, tekad seperti itu pasti ada dalam diri setiap insan. ingin berhasil sendiri, ingin sukses sendiri, ingin menikmati dunia sendiri (kalo gitu, mending bikin dunia sendiri aja sono!)
kita ditakdirkan hadir di dunia bukan untuk diri kita sendiri saja. tau kan kisah sebuah negeri yang akan diazab oleh Allah SWT. para malaikat bertanya, "mau dimulai darimana?" dan Allah menjawab, "mulai dari para orang-orang alim". orang-orang alim di kisah itu adalah orang-orang alim yang hanya mementingkan surga untuk dirinya sendiri, dan membiarkan kerusakan terjadi disekeliling mereka.
beh, kayaknya berat yah tugas kita sebagai orang yang telah tercelup dalam keimanan. tapi ingat, kalian tidak pernah sendiri...
jadi...yuk deh kita terus melangkah...bersama-sama...
lagunya sih lagu peterpan, tapi gak papa deh kita ambil sedikit renungan dari lagu tersebut.
kenapa kita harus terus melangkah. karena sang waktu tidak akan sedikit pun lelah menunggu kita. dia akan terus berputar mengikuti takdirnya. tanpa pernah lelah tuk sekedar berhenti menghilangkan penat, bahkan penat pun dia tak kenal.
memang bukan langkah raksasa yang akan kita jalani. tapi setapak demi setapak yang harus kita lalui. tapi...perhatikan sekeliling, dan jangan hanya terfokus pada ujung jalan. (maksudnya, klo mau sukses jangan sendirian, ajak-ajak yang lain gitu...)
klo lagunya peterpan sih mau egonya sendiri. melangkah sendiri dan meninggalkan yang lain. memang dalam dunia yang fana ini, tekad seperti itu pasti ada dalam diri setiap insan. ingin berhasil sendiri, ingin sukses sendiri, ingin menikmati dunia sendiri (kalo gitu, mending bikin dunia sendiri aja sono!)
kita ditakdirkan hadir di dunia bukan untuk diri kita sendiri saja. tau kan kisah sebuah negeri yang akan diazab oleh Allah SWT. para malaikat bertanya, "mau dimulai darimana?" dan Allah menjawab, "mulai dari para orang-orang alim". orang-orang alim di kisah itu adalah orang-orang alim yang hanya mementingkan surga untuk dirinya sendiri, dan membiarkan kerusakan terjadi disekeliling mereka.
beh, kayaknya berat yah tugas kita sebagai orang yang telah tercelup dalam keimanan. tapi ingat, kalian tidak pernah sendiri...
jadi...yuk deh kita terus melangkah...bersama-sama...
sekarang yuk kita mulai hari...!
tidur hanyalah sebuah persinggahan sementara. boleh jadi tuk menghilangkan penat atau sekedar terlelap. dan saat itu boleh jadi kita kan bermimpi akan suatu hal yang kita inginkan.
mimpi memang indah, semua hal bisa saja terjadi. tapi relakah jika semua itu hanya menjadi sebuah bunga tidur? dan kemudian lenyap tak berbekas ketika mata kita terbuka kembali?
bangun woi...jangan tarik selimut dan berusaha mengingat-ingat kembali mimpi semalam. karena semua akan tetap menjadi mimpi ketika kita tidak melipat selimut hangat kita (sekali lagi, itu juga kalo punya lho...).
bergegaslah penuhi panggilan cinta-Nya dipagi yang hening. rasakan semilir angin yang menyegarkan akal. lihatlah gemintang yang tersisa dengan fajar yang kemerahan di ufuk timur.
mulailah langkahkan kaki kananmu untuk menantang hari. wujudkan mimpi semalam dengan bantuan kasih Allah SWT. Bismillahirrohmannirrohim...dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang...
ucapan basmalah bukan sekedar karena kita muslim dan diwajibkan untuk mengucapkannya ketika akan memulai suatu pekerjaan.
ucapan basmalah bukanlah hanya lontaran udara yang keluar dari bibir kita.
bukan pula sekedar agar kita mendapatkan pahala saja.
tapi juga untuk menghilangkan sifat sombong dalam diri kita.
hah? kenapa basmalah bisa menghilangkan sifat sombong?
coba renungi arti dari basmalah. sungguh luar biasa. karena sesungguhnya kita tidak mempunyai daya upaya melainkan karena ada dorongan pertolongan dari-Nya.
Bismillahirrohmannirrohim...dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang...
wujudkan mimpimu wahai sahabat! karena kita tidak akan pernah menggapai apa itu arti hidup ketika kita tidak berusaha untuk mewujudkan mimpi kita. dan jangan lupakan Allah dalam setiap upaya kita menggapainya. karena sekali lagi, siapakah kita yang bisa berbuat semaunya. padahal untuk bernafas pun kita masih diberi gratis oleh-Nya...
"mimpiku masih tersimpan dalam hati, dan saat ini kukuatkan tekad tuk menggapainya, dan tentu semua takkan terjadi kecuali dengan izin-Mu...Bismillahirrohmannirrohim"
mimpi memang indah, semua hal bisa saja terjadi. tapi relakah jika semua itu hanya menjadi sebuah bunga tidur? dan kemudian lenyap tak berbekas ketika mata kita terbuka kembali?
bangun woi...jangan tarik selimut dan berusaha mengingat-ingat kembali mimpi semalam. karena semua akan tetap menjadi mimpi ketika kita tidak melipat selimut hangat kita (sekali lagi, itu juga kalo punya lho...).
bergegaslah penuhi panggilan cinta-Nya dipagi yang hening. rasakan semilir angin yang menyegarkan akal. lihatlah gemintang yang tersisa dengan fajar yang kemerahan di ufuk timur.
mulailah langkahkan kaki kananmu untuk menantang hari. wujudkan mimpi semalam dengan bantuan kasih Allah SWT. Bismillahirrohmannirrohim...dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang...
ucapan basmalah bukan sekedar karena kita muslim dan diwajibkan untuk mengucapkannya ketika akan memulai suatu pekerjaan.
ucapan basmalah bukanlah hanya lontaran udara yang keluar dari bibir kita.
bukan pula sekedar agar kita mendapatkan pahala saja.
tapi juga untuk menghilangkan sifat sombong dalam diri kita.
hah? kenapa basmalah bisa menghilangkan sifat sombong?
coba renungi arti dari basmalah. sungguh luar biasa. karena sesungguhnya kita tidak mempunyai daya upaya melainkan karena ada dorongan pertolongan dari-Nya.
Bismillahirrohmannirrohim...dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang...
wujudkan mimpimu wahai sahabat! karena kita tidak akan pernah menggapai apa itu arti hidup ketika kita tidak berusaha untuk mewujudkan mimpi kita. dan jangan lupakan Allah dalam setiap upaya kita menggapainya. karena sekali lagi, siapakah kita yang bisa berbuat semaunya. padahal untuk bernafas pun kita masih diberi gratis oleh-Nya...
"mimpiku masih tersimpan dalam hati, dan saat ini kukuatkan tekad tuk menggapainya, dan tentu semua takkan terjadi kecuali dengan izin-Mu...Bismillahirrohmannirrohim"
Senin, 10 November 2008
mulailah hari dengan ucapan "alhamdulillah"
kok mulai hari dengan ucapan hamdalah? kenapa gak basmalah?
yuk kita review makna tidur kita semalam...
tidur bukanlah sekedar memejamkan mata, terlelap dalam mimpi indah (ato buruk?), membuat 'pulau' pada bantal empuk (itu juga klo punya lho) dan berselimutkan kain hangat (pake sarung juga boleh...). apalagi klo kamarnya ber-AC (angin cepoi-cepoi maksudnya...) beh...
bukan itu yang dimaksud dengan tidur.
tidur adalah ketika tubuh kita mati sementara...jiwa kita melayang-layang dalam suatu kondisi berada di antara dua dunia, bumi dan akhirat.
nyawa kita hanya terikat oleh sebuah 'benang' yang membuatnya tetap terikat dengan jasad.
hanya takdir yang membuatnya terbangun pada pagi harinya (ato siang klo kemaleman tidur...)
makanya gak salah kalo kita berucap hamdalah.
hanya itu? bukan...
hamdalah disini lebih dari sekedar berucap syukur pada Yang Maha Kuasa. hamdalah disini berarti bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berbuat lebih baik lagi dari hari kemarin. kita masih diberi kesempatan untuk menyemai bibit-bibit kebajikan, pada hari kita terbangun. hamdalah disini berarti kita sebenarnya adalah orang-orang yang masih dipilih-Nya untuk menjadi khalifah di bumi-Nya, pada hari kita terbangun.
bayangkan ketika kita bangun di pagi hari, ternyata bukan bangun seperti orang-orang yang lain. jasadnya kita masih terlelap, bahkan terbujur kaku. hhh...(aku merinding...)
so...klo bangun tidur, yok rame-rame kita ucapkan hamdalah pada Allah SWT. trus...?
ya sholat subuh lah, masa narik selimut lagi?
yuk kita review makna tidur kita semalam...
tidur bukanlah sekedar memejamkan mata, terlelap dalam mimpi indah (ato buruk?), membuat 'pulau' pada bantal empuk (itu juga klo punya lho) dan berselimutkan kain hangat (pake sarung juga boleh...). apalagi klo kamarnya ber-AC (angin cepoi-cepoi maksudnya...) beh...
bukan itu yang dimaksud dengan tidur.
tidur adalah ketika tubuh kita mati sementara...jiwa kita melayang-layang dalam suatu kondisi berada di antara dua dunia, bumi dan akhirat.
nyawa kita hanya terikat oleh sebuah 'benang' yang membuatnya tetap terikat dengan jasad.
hanya takdir yang membuatnya terbangun pada pagi harinya (ato siang klo kemaleman tidur...)
makanya gak salah kalo kita berucap hamdalah.
hanya itu? bukan...
hamdalah disini lebih dari sekedar berucap syukur pada Yang Maha Kuasa. hamdalah disini berarti bahwa kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berbuat lebih baik lagi dari hari kemarin. kita masih diberi kesempatan untuk menyemai bibit-bibit kebajikan, pada hari kita terbangun. hamdalah disini berarti kita sebenarnya adalah orang-orang yang masih dipilih-Nya untuk menjadi khalifah di bumi-Nya, pada hari kita terbangun.
bayangkan ketika kita bangun di pagi hari, ternyata bukan bangun seperti orang-orang yang lain. jasadnya kita masih terlelap, bahkan terbujur kaku. hhh...(aku merinding...)
so...klo bangun tidur, yok rame-rame kita ucapkan hamdalah pada Allah SWT. trus...?
ya sholat subuh lah, masa narik selimut lagi?
Jumat, 31 Oktober 2008
tentang blog gw ini
mochique…sebetulnya dan sebenernya adalah terdiri dari dua kata, yaitu mochi dan kue aslinya nama awalnya adalah quemochi, tapi biar keren gw puter balik aja jadi mochique…*ah ribet bgt* mochi : makanan empuk & manis kesukaan gw… kue : makanan cemilan buat sehari-hari… kue mochi : makanan cemilan yang empuk buat sehari-hari dan rasanya manis gitu deh… quemochi : nicknamenya orang manis dan ganteng yang enak buat dijadiin temen sehari-hari… ~de MochiQue~ : nama bloggernya orang manis dan ganteng tentang kesehariannya… kakakakakaka…
Mabit bersama di MNI untuk anak2 ikhwan RMNI
| Start: | Nov 1, '08 7:00p |
| End: | Nov 2, '08 |
| Location: | Masjid Nurul I'tishom Kampus A STEI |
siapakah kita?
“siapakah kita
yang merasa mampu berbuat apa saja
yang merasa bisa meraih seluruh isi dunia
yang merasa hebat hingga bisa enak menginjak-injak alam semesta”
Sepenggal puisi hadir dalam mimpi.
Dan kupun kembali tersadar…
Aku takkan bisa meraih semua tanpa-Nya
Bismillahirrahmanirrahim…
Dengan menyebut namamu Ya Allah, izinkan aku jadi ‘khalifah’ di bumi-Mu
Langganan:
Postingan (Atom)
