oke...setelah cek dan ricek di wikipedia.com, ada satu artikel tentang kritik...kutip bentar
"Kritik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani κριτικός, kritikós - "yang membedakan", kata ini sendiri diturunkan dari bahasa Yunani Kuna κριτής, krités, artinya "orang yang memberikan pendapat beralasan" atau "analisis", "pertimbangan nilai", "interpretasi", atau "pengamatan". Istilah ini biasa dipergunakan untuk menggambarkan seorang pengikut posisi yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan."
Bayangkan, ketika kita sudah mengeluarkan suatu pendapat atau membuat suatu karya seni yang menurut kita okeeee...bgt. Trus ada seseorang yang tiba-tiba tidak sependapat ama kita. Apa yang akan kita lakukan. Sebagian besar orang dijamin akan mempertahankan egonya. Pasti...
Mmm...menurut saya, ada dua hal yang membuat seseorang tidak bisa menerima sebuah kritikan:
1. kritikan itu bukan kritikan yang bagus, atau dengan kata lain cuma menghina karya seni yang kita buat.
2. emang dasar keras hati, jadi segala macem kritikan akan selalu ditolak. Karena merasa "gw loh yang paling hebat diantara kalian...!"
iyakan?
Padahal kita terlahir dalam keadaan miskin ilmu, bahkan untuk makan pun masih disuapi, untuk berjalan masih ditatah, dan bahkan untuk bernafas pun masih dikasih secara cuma-cuma dengan otot paru-paru serta jantung yang bekerja otomatis...
Siapakah kita yang merasa paling hebat segalanya? La hawla wala quata ila billah...
Kalimat yg saya cetak tebal berlaku untuk si peng-kritik dan yang di-kritik.
Makanya sebelum kita mengeluarkan suatu kritik, juga jangan asal kritik. Kritik tersebut haruslah membuat orang yang dikritik terpecut dan berkembang. Jangan mengkritik jika dalam hati kita ada perasaan benci pada orang yang akan kita kritik, karena itu akan mempengaruhi kualitas kritikan kita. Dan yang dikritik jangan langsung berburuk sangka pada orang yang mengkritik jika kritikan itu kritikan yang membangun.
Ketika perang khandak, Rasulullah SAW meminta pendapat orang lain, padahal dia juga punya pendapat pribadi. Sebagai Rasul, tentunya beliau mendapat bimbingan langsung dari Allah SWT. Tapi hal itu beliau sisihkan dahulu. Berbagai macam pendapat dikeluarkan oleh para sahabat. Sahabat A berpendapat A, sahabat B berpendapat B. Persilangan pendapat terjadi tentunya karena yang satu tidak sependapat dengan yang lain. Sampai akhirnya sebuah pendapat keluar dari seorang pemuda bernama Salman Al-farisi ra. Dan strategi perang mutakhir pun tercipta dimana Kaum Muslimin memenangkan peperangan tersebut. Kondisi tersebut tak akan terjadi jika para sahabat yang lebih tua mementingkan pendapatnya masing-masing atau tidak mau dikritik satu dengan yang lain.
So...saling mengkritik itu bagus, dan buatlah kritikan itu bermanfaat bagi yang dikritik. Karena setiap ucapan kita kelak akan dipertanggungjawabkan di Hari Perhitungan nanti.

17 komentar:
kadang kritikan dan cemoohan beda2 tipis, sehingga banyak orang yang tak mau nerima kritikan
iya betul, abis di dunia ini masih banyak orang yang asal-asalan dalam mengkritik. terkadang mereka tidak mengambil kesempatan untuk berbuat baik dalam setiap ucapannya...sayang yah...
Tp, bisa jadi yg ngritiknyah, kaga' tau sikon. Org lg badmood or lg ada masalah, eh malah dikritik. Harusnyah, kita liat dulu kondisinyah kaya' gmana. Buat yang dikritik...klo kita dikritik, tandanyah masih ada yang peduli ama kita...dan bukan berarti kita itu rendah,,,
semoga kita bisa belajar saling mengkritik dan dikritik...duh, ego-ego...jangan gitu-gitu amat ah...
sapa???*sok2 kaga' tau gitu deh
hihihi
bukan gw kan breb?? ^___^
bukan-bukan...kritik seorang teman selalu bermakna lebih dari sekedar kritik...justru klo elu muji gw, gw mikir-mikir...(pasti ada maunya...)
hu hu hu, lo tau kan mau gue ape?? inget inget harus bertaburan hikmah ya ^___^
kata kritik asalnya dr bangsa yunani ...
dalam islam tidak mengenal yg namanya kritik ...adanya saling mengingatkan dan menasehati tuk kebenaran n kebaikan ...
bahasa kita lebih santun ketimbang bahasa yunani ...
yuk coba kita pake bahasa secara islami ...ini nasehat lho ...bukan kritik ...
hehehehe ....
ah...ternyata ada sebuah kata yang lebih santun dari kritik. bener-bener, di surat Al-ashr Allah udah ngasih tau kita...
yak, mungkin untuk pembaca selanjutnya, dalam Islam kritik yang membangun = nasehat-menasehati...
thx for the brilian comment!
ur well come..
boleh kritik tulisan ini gak? hehe
hihihihi...silakan saja. gratis kok, gak pake bayar. sapa tau masih ada tulisan saya yang salah-salah kata gitu...
gak tahu nih mas, saya soal kritik mengkritik masih sangat bingung. apalagi kalo yang dikritik itu orang tanah seberang (jawa) yang marah ajo masih bisa senyum.
faktor budaya sangat bermain kental disini....confuse
tp kalo gak dikritk salah juga karena membiarkan orang dlm kesalahan.
Untuk mas Kalash (ini jawaban setelah konsultasi ama bokap ^_^)...
Sebenarnya, selama kritikan kita itu masih dalam konteks berbuat kebaikan, katakan saja. Katakanlah sebuah kebenaran walaupun itu pahit. Masalah orang itu menerima kritikan/saran dari kita, kita kembalikan pada Allah yang mempunyai hati orang itu. Bukankah Allah Sang Maha Pembolak-balik hati?
Terus kita juga harus berdoa, yah...semoga kritikan/saran kita itu benar-benar bisa membuat orang itu berubah.
Tapi sekali lagi, itu klo kita lakukan dalam konteks kebaikan yah...^__^
ya mas, barusan terbukit nasihat mas....paten
pahitnya cuma sebentar, begitu ketemu titik focus,,,,great
Posting Komentar