Bagaimana sih cara agar kita bisa hidup bahagia? Sering kita menginginkan hidup yang terus menerus bahagia. Dan secara langsung kita juga tidak ingin hidup susah selamanya. Iya donk, manusiawi sekali jika ada pikiran seperti itu. Tapi...apakah memang harus seperti itu? Sungguh naif sekali jika kita, yang hanya manusia biasa serta lemah ini, menginginkan hal baik terus terjadi dan dilimpahkan Allah Swt pada kita. Dan oleh karena itu, seringkali kita diberi ujian oleh Allah Swt.
Suatu malam diberanda rumah kos-kosanku di daerah Tangerang. Sambil menyeruput secangkis kopi dan melihat gemintang yang menari-nari di gelap malam, seorang teman kos-ku curhat. Dia bercerita panjang lebar tentang situasi dan kondisi pekerjaannya. Dia merasa begitu mempunyai banyak masalah yang hadir bukan dari dirinya, tapi akibat perbuatan orang lain, sedangkan dia juga kena imbasnya. Beh, kasian ya?
Saat itu aku pun masih bingung, saran apa yang harus kukatakan agar dia merasa tenang. Aku cuma bisa membesarkan hatinya, kalau semua itu pasti akan berlalu.
Beberapa hari kemudian, aku mjenemukan sebuah cerita dalam satu kolom artikel. Begini ceritanya (with editing):
~~~***~~~
"Ada seorang raja di suatu negeri yang mempunyai penasehat yang sangat dia percayai. Dia sangat menyayangi penasehat tersebut bagaikan anaknya sendiri. Hal ini tentu saja tidak disukai oleh orang2 dekat sang raja. Mereka pun berusaha menyingkirkan si penasehat tadi. Mereka membisiki sang raja untuk menyuruh si penasehat mencari sebuah benda. Benda itu harus bisa membuat yang memakai "tidak terlalu senang ketika merasakan kegembiraan, dan tidak terlalu sedih ketika dalam kedukaan".
Kesana kemari si penasehat mencari benda tersebut. Ketika mendapatkan sebuah guci, dia memberikannya pada sang raja, tetapi sang raja masih merasa terlalu gembira ketika gembira dan terlalu sedih ketika sedih. Begitu juga dengan benda-benda lainnya. Pedang, Jubah, Berlian, Emas, dan lain sebagainya.
Dengan sedih, si penasehat menghadap raja. Memohon ijin untuk berkelana ketempat yang jauh untuk mencari benda yang dimaksud. Berbulan-bulan dia dalam pengembaraannya. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang tua bijak yang memberikan sebuah benda. Sebuah cincin biasa. Dia memberikan cincin usang itu kepada si penasehat sambil berpesan :"Beritahu rajamu, ketika dia dalam keadaan senang atau sedih, tatap cincin ini"
Dengan langkah ringan dan hati yang gembira, si penasehat pulang menghadap sang raja. Setelah memberikan cincin usang tersebut, dia berlutut dan hanya dapat menatap lantai di hadapannya. Dia takut jika ternyata raja tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ketika dia mencuri pandang ke arah raja, dia melihat seulas senyuman terpasang di bibir sang raja. Sang raja lalu berkata, "Anakku, benda seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang"...
~~~***~~~
Aku penasaran, mengapa sebuah cincin usang bisa membuat sang raja merasa puas. Aku pun membaca artikel tersebut sampai habis hingga akhirnya aku tahu jawabnya. Di dalam cincin tersebut ada sebuah kalimat yang harus kita baca ketika kita merasa senang atau sedih. Mau tau kalimat itu bertuliskan apaan? Dan seperti sang raja tadi, aku pun tersenyum ketika mengetahui bahwa tulisan itu berbunyi :"SEMUA AKAN BERAKHIR"
Aku pun juga yakin, begitu teman kos-kosanku itu kuceritakan artikel tadi, dia akan tersenyum lebar penuh keoptimisan.
Minggu, 10 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar