si mpunya lembaran putih

Minggu, 14 Juni 2009

3 arah pandang yang harus kita miliki!

Setiap manusia memiliki nasib yang berbeda-beda. Ada yang memiliki nasib mendapatkan banyak kenikmatan. Adapula yang (baru) diberikan sedikit kenikmatan. Kemudian, dimanakah kita? Apakah kita termasuk kedalam orang-orang yang memiliki nikmat yang banyak, atau...kita termasuk kedalam orang-orang yang (baru) mendapatkan sedikit kenikmatan? Untuk itulah aku mendapatkan sedikit pemikiran bagaimana kita melihat nasib kita:

1.Melihat ke arah ATAS:
Untuk melihat ke arah atas tentu saja kita harus mendongakkan kepala kita. Pandangan kita akan terarah kepada orang-orang yang memiliki banyak kenikmatan tadi. Untuk kebanyakan orang akan berpandangan bahwa orang yang memiliki nikmat yang banyak pastinya harus memiliki harta yang berlimpah. Ternyata tidak harus begitu, karena kenikmatan itu bisa berupa: Teman-teman yang baik, Pekerjaan yang baik bin halal, Keluarga yang bahagia, Tetangga yang harmonis, Kekayaan hati, dsb. Kepada orang-orang inilah kita harus selalu iri, Ups! maaf, iri dalam tanda kutip ya.
Kita harus selalu mencontoh mereka. Kita harus mengetahui, apa saja sih yang telah mereka lakukan sebelumnya hingga mereka bisa mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tadi. Kemudian kita harus berusaha meniru dan menggapai seperti yang kita cita-citakan.
Kita harus selalu melihat ke arah ATAS agar kita selalu termotivasi dalam melakukan banyak hal. Berusaha kemudian berdoa kepada yang Maha Kuasa agar kita segera mendapatkan kenikmatan yang dijanjikan.

2.Melihat ke arah BAWAH:
Ketika melihat kearah bawah tentu saja kita akan menundukkan kepala kita. Orang-orang berpandangan ketika kita menundukkan kepala, berarti kita berusaha mendekatkan isi otak dengan hati kita. Pandangan ke arah BAWAH akan mengantarkan kita kepada mereka-mereka yang kurang beruntung. Orang-orang miskin dan papa, para anak terlantar, gelandangan, dan lainnya. Kepada mereka inilah kita harus menyebarkan empati. Memberikan apa saja yang telah kita miliki. Dan sekali lagi tidak harus harta. Bisa berupa ilmu yang kita miliki yang kita ajarkan kepada mereka, kasih sayang, pemikiran, dan lain sebagainya.
Pandangan ke arah BAWAH akan membuat kita selalu mensyukuri apapun yang telah kita terima. Walaupun kita belum bisa membeli seisi dunia, tapi kita harus bersyukur bahwa kita masih bisa hidup lebih baik dari mereka yang ada di BAWAH tadi. Dan kamu tahu apa yang akan terjadi ketika kita mensyukuri nikmat? YUP, Sang Maha Esa akan menambahkan nikmatnya kepada kita.

3.Melihat lurus ke arah DEPAN.
Sekaranglah saatnya kita untuk realistis melihat hidup yang kita jalani. Hidup ini bukanlah kemarin atau esok. Tapi hari ini, detik ini. Pandangan ke arah DEPAN mengantarkan kita satu langkah lagi menuju kebahagiaan. Karena kita telah meninggalkan jauh-jauh sesal yang mungkin datang. Kita meninggalkan jauh-jauh prasangka buruk. Karena pandangan ke DEPAN kita bisa lebih optimis. Kita bisa lebih hati-hati dalam melangkah. Kita bisa lebih serius lagi dalam berusaha.

Yup, itu mungkin sedikit sharingku untuk teman-teman semua. Karena kita adalah generasi masa depan yang tidak boleh terus terlena. Kita harus berusaha mewujudkan setiap mimpi yang kita miliki. Pandangan ke arah ATAS, BAWAH, dan DEPAN harus selalu kita lakukan agar kita selalu dalam jalur yang lurus dan benar di sisi-Nya.