Ada anekdot yang mengatakan, otak orang indonesia tuh harganya mahal. Bahkan lebih mahal daripada otak orang jepun atau amrik sekalipun. Dan otak yang harganya paling murah adalah otaknya einstein. Teman-teman pasti sudah tau jawabannya. Yup, itu karena otak orang indonesia masih orisinil, masih baru, jarang di pake...sedangkan otak orang jepun, amrik dan einstein udah bekas semua...(jangan tersinggung ya, karena ini anekdot lama...)
Ngomong-ngomong tentang otak. Otak yang paling enak adalah yang dijual di resto-resto padang...(pas aku nulis gini, pasti ada temenku yg protes, "kesukuan!" begitu mungkin kata dia...hehehehe...)
Duh, aku mo nulis apa sih sebenarnya...(maaf, kebanyakan prolog, lagi mo mencoba konek antara jari dan pikiran yang sedang kebanyakan ide...)
Okeh, mungkin teman-teman blom tahu, klo daya otak orang indonesia itu lebih hebat daripada otak orang-orang luar. Dalam satu sesi doa pagi di kantorku, manajer marketing di kantorku berbicara : "Jangan salah, justru orang-orang Indonesia itu lebih dipercaya oleh orang-orang luar negeri. Otak orang indonesia lebih hebat dari otak bangsa apapun. Kita pekerja cerdas dan pekerja keras. Daya tahan kita dalam menghadapi masalah lebih mantap. Satu kekurangan kita adalah...(pen:duh masih ada kekurangannya...), segala macam ide yang ada di otak orang indonesia, tidak di aplikasikan kedalam kerja tim. Kita terlalu malu dalam mengungkapkan pendapat"
Yup, banyak dari kita yang hanya diam ketika dalam sesi diskusi. Sibuk berpikir mungkin. Seringkali aku mendapati teman-teman satu organisasi dulu, baru mengeluarkan pendapatnya ketika sesi rapat berakhir. "Bar, mendingan kita begini-begitu-segala macem...bla...bla...bla...
Kenapa bisa begitu? Manajer marketingku bilang, "itu karena pola pendidikan di negeri kita salah. banyak dari kita yang malu mengeluarkan pendapatnya karena takut tertawakan karena idenya biasa saja. Padahal bisa saja, dari ide yang biasa itu, tercetus ide yang lebih hebat"
Coba kita ingat ketika dulu kita masih di bangku sekolah menengah. Ketika guru kita berkata,"anak-anak,ada yang mau bertanya?" dijamin, semuanya pada duduk yang manis tangan dilipat yang rapi sambil memasang tampang sok ngerti (begitu pun aku dulu...T_T...)
atau ketika dalam sesi rapat organisasi, si pemimpin rapat bertanya,"baik ada yang mau mengeluarkan pendapatnya?" dan semua peserta rapat hanya berbicara berbisik satu dengan yang lain sambil mendorong,"elu donk ngomong..."
ada juga yang berpikiran, "ah...nanti klo gw yang ngomong ngeluarin pendapat, ntar gw lagi yang ditunjuk jadi ketua pelaksana...ogah ah..."
Ada pertanyaan, kenapa kita bisa mengantuk. Ada yang menjawab secara ilmiah,"ngantuk disebabkan karena otak kita kekurangan asupan oksigen. Sehingga ketika asupan oksigen itu kurang, otak kita akan memerintahkan mata untuk terpejam"
Kalau aku jawabnya, "kita mengantuk karena otak kita tidak dipake!"
Mengantuk disini maksudnya bukanlah pada saat malam hari kita mau tidur. Tapi pada saat di siang hari bolong ketika kita hanya bengong-bengong gak jelas.
Seperti halnya sebuah komputer, ketika kita tidak menggunakannya untuk beberapa saat, maka sistemnya akan memerintahkan layar monitor untuk padam. Jika kita diamkan lagi beberapa saat, maka sistemnya akan masuk menjadi posisi "standby"...untuk kemudian berangsur 'off' sendiri.
Sistem otak kita adalah satu sistem yang sangat luar biasa. Sistem otak kita terdiri dari sel-sel yang terus tumbuh dan berkembang. Dan ketika ada sel-sel yang tidak pernah digunakan, maka sel itu akan mati dengan sendirinya. Begitu sebaliknya, semakin sel-sel otak itu digunakan, dia justru semakin fresh dan kuat. Mo bukti? dateng aja kerumah nenekku di bilangan BSD. Nenekku yang berumur 70 tahun lebih itu masih aktif layaknya wanita berumur 40 tahunan. Dia mengelola satu koperasi berbasis syariah disana. Dan sampai saat ini beliau masih terlihat segar untuk nenek2 berumur 70an.
Atau...ibuku...beliau yang sekarang berumur genap setengah abad, masih aktif seperti layaknya wanita berumur 25 tahunan. Dia masih aktif merias pengantin, bikin kue dan masakan lezat, bikin seserahan untuk lamaran, dll. Bahkan masih terlihat cantik sampai saat ini. Dia jarang sakit walaupun sesibuk apapun. Buktinya? beliau masih bisa aktif ngomelin aku klo aku rada bengal...hehehehe...
Atau yang mungkin teman2 lebih kenal lagi. Nabi Muhammad SAW, pada saat haji wada, di padang arafah, dia pernah berpidato dari selepas subuh sampai menjelang zuhur, kemudian masih lanjut sampai menjelang ashar, dengan pidato yang tidak membuat bosan umatnya. Pidato yang sangat berapi-api dan terus di kenang. Padahal saat itu dia sudah berusia 60an.
Semua itu tidak lain karena mereka mengaktifkan kerja otaknya dalam bentuk nyata. Tidak saja dalam bentuk pikiran individu. Yang berkutat di seputaran kepala saja tanpa berhasil dikeluarkan dalam aksi nyata.
Yah, tulisan ini mungkin hanya sedikit pengingat kalau otak kita adalah benda terindah yang dianugerahkan Allah SWT pada kita. Otak kita inilah yang membedakan kita dari makhluk-makhlukNya yang lain. Semoga kita masih bisa terus mengaktifkan dan mengoptimalkan kerja otak kita...Aamiin...
(sebuah tulisan yang terlintas ketika sedang berkendara motor dengan seorang sahabat...)

3 komentar:
untung, otak saya kadang-kadang masih diapakai
dipake buat apa dulu nih? hehe
buat ngempi :D
Posting Komentar