Jika saja kita bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu. Bahwa Ramadhan bergegas diakhir hitungan. Dan tadarus quranmu tak juga beranjak pada juz kesekian...
Jika itu adalah merupakan awan tekadmu untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lailmu yang centang perentang.
(ah, pasti kamu masih ingat obrolan tadi siang ketika dengan senyuman manisnya seorang temanmu berucap, "Alhamdulillah tarawihku belum bolong" dan kamu merasa ada malaikat yang menjauh darimu dan pindah kepadanya. Kamu merasa sendiri, terasing)
Menangislah,.....Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir.Bahwa ada suatu hamba Allah yang bodoh,lalai,sombong lagi terlena.
Yang katanya berdoa sejak dua bulan sebelum ramadhan, yang katanya berlatih puasa semenjak rajab, yang katanya rajin mengikuti taklim tarhib ramadhan, yang katanya...yang katanya...
Tapi....,,tapi sampai hari-hari terakhir ramadhan, masih juga mengunjingkan kekhilafan teman ruanganmu, masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan, tak juga menambah ibadah sunnah...Bahkan hampir terlewatkan menunaikan ibadah yang wajib.
Menangislah....,Lebih keras...,,,karena kita tidak pernah tahu, apakah Allah mengizinkan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah kamu masih disertakan, atau bahkan apakah kita sempat merasakan lebaran, kita tidak tahu. Sedangkan Ramadhan sekarang cuma tersisa beberapa hari. Tak ada yang dapat menjamin usiamu sampai untuk Ramadhan besok, sedang Ramadhan ini tersia-siakan.
Menangislah....,,,
Dan tuntaskan semuanya disini, malam ini. Karena Besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tahu-tahu sudah hari-hari terakhir dan kamu belum siap untuk itikaf. Atau jikapun kamu sempatkan untuk dirimu, berdiam diri dalam masjid-masjid jami, tapi kau lebih banyak meluangkan waktu untuk mengobrol dengan rekan sejawatmu, dan hanya sedikit yang kau sempatkan waktu untuk Tuhanmu, Allah swt.
Tuntaskan semuanya disini, malam ini. Karena entah apakah esok masih kau jumpai mentari yang bersinar, entah apakah masih ada sedikit nafas untuk lembar-lembar Quran yang menunggu untuk di khatamkan. Entah apakah masih tersisa harta keping-keping mata uang yang menunggu disalurkan. Dan apakah masih bisa kau jumpai sepertiga malam yang menunggu untuk dihiasi sholat tambahan.
"SEKARANG ,,,ATAU (MUNGKIN) TIDAK ADA LAGI SAMA SEKALI....."
(dari milis kantor, dengan sedikit tambahan disana-sini)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar