si mpunya lembaran putih

Senin, 17 November 2008

"kamera" Allah yang tak pernah rusak

pas sabtu 15 november kemarin aku datang ke perkumpulan orang-orang yang mencintai Allah. dan salah satu sahabat gw memberikan tausyiah, yang mungkin sudah sering didengar oleh orang-orang. tapi dia membawakannya dengan apik dan menarik.
dia berbicara tentang makna ihsan.
dia merubah konsep tentang tugas malaikat pencatat amal kebaikan dan keburukan yang selalu berada di kanan dan kiri kita. biasanya kita selalu diberi tahu bahwa mereka mencatat setiap perilaku kita, dan mungkin saja mereka terlewat dalam mencatat, terutama ketika kita sedang khilaf. dia ngomong gini :"yang namanya nyatet kan bisa aja kelewat, seorang wartawan aja kadang bisa ketinggalan nyatet perkataan narasumber"
"tapi Allah tidak, Dia merekam setiap tindak tanduk kita. dan dihari perhitungan nanti, rekaman video kehidupan kita akan diputar. di hari itu ada orang yang tenggelam dengan keringatnya saking malunya karena setiap orang akan melihat apa yang telah dia lakukan selama hidup" (kurang lebih begitu, redaksinya ku rubah-rubah dikit)

dan Allah punya banyak "CCTV" yang akan merekam setiap perilaku, perkataan, perbuatan, bahkan boleh jadi isi pikiran kita. rekaman itu tidak pernah mati atau nge-hank. terus berputar tanpa pernah pitanya kusut.

"CCTV" itu akan merekam mulai dari awal kita menghirup udara sampai akhirnya kita menghembuskan udara terakhir.

"CCTV" itu akan selalu merekam walaupun kita mencoba bersembunyi di benteng yang tebal sekalipun.

"CCTV" itu akan diperlihatkan oleh seluruh umat manusia di hari nanti.

so, jagalah hidupmu mulai dari perdetiknya.

ada cerita...
seorang anak bertanya pada ayahnya.
"ayah, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap berbuat baik selama setahun?"
ayahnya menjawab,"tidak bisa, anakku"
"kalau sebulan, bisakah kita menjaga hidup kita untuk tetap baik?"
"tetap tidak bisa" jawab ayahnya.
"kalau seminggu?"
ayahnya tetap menjawab tidak bisa.
anaknya terus bertanya, "kalau dalam sehari?" "kalau dalam sejam?" "dalam semenit?"
saat itu ayahnya menjawab, "mungkin"
sampai akhirnya si anak kembali bertanya,"jika perdetik?"
ayahnya menjawab, "itu baru bisa"

so...jagalah hidupmu dari kekhilafan dalam perdetik hidupmu karena...
"kamera" Allah tidak pernah rusak...







5 komentar:

Hebadaragema Tangguh mengatakan...

Subhanallah..
Mengubah paradigma bagaimana catatan itu ditulis.

fuad celebes mengatakan...

kurang tuh ^__^

jangan terlalu percaya ama sahabat lo itu bar, kepunyaan Allah jauh lebih Dhasyat dari CCTV ^____^

maulana akbar mengatakan...

apaan sih ad? kan lu yg ngasih tausyiahnya? hehehehe..makanya pas nulis CCTV ane pake tanda kutip...payah ah, bahasa indonesianya brp sih waktu SD? hehehehe

Nami Hatta mengatakan...

lagi ga mudeng yaaa ...hehehe...

canda.com ....

Nami Hatta mengatakan...

waktu sd fuad ga dapet pelajaran bhs. indonesia ...
dapet bhs arab doank ...hehhee..

ihikccsss...