si mpunya lembaran putih

Kamis, 27 November 2008

jangan hidup seperti air yang mengalir, jangan hidup dengan penuh perhitungan matematika

Wahai anak terhormat
Berjalanlah menuju kemuliaan
Tinggalkan tidur
Berpisahlah dengan kemalasan
Naiki tangga inovasi
Terbanglah menuju kesempurnaan
Lalu, teriakan di dalam hatimu:
"Berangkatlah kamu, baik ringan ataupun berat!"

Gubahan puisi diatas adalah karya DR.'Aidh al-Qarni.
Beliau mencoba mengajak kita untuk terus melangkah di kehidupan. Kita harus sukses, sukses dalam segala hal kebaikan. Sukses gak melulu dalam hal yang konkret, karena kesuksesan tidak pernah diukur dalam hal yang pasti. Banyaknya harta, banyaknya teman, tingginya jabatan, dan lain sebagainya, jika tidak berujung pada kebaikan maka akan sia-sia.

Terkadang kita hidup terlalu ringan, ringan bagaikan air yang mengalir tak tentu arah. Bisa saja mengalir menuju selokan yang kotor, atau malah jadi air yang tergenang yang membawa bibit penyakit. Ini contoh dari kemalasan. Karena kemalasan tidak selalu berarti tidak bergerak. Memang kita bergerak, tapi kita tidak membuat rencana pergerakannya.

Untuk itu tentu kita harus penuh perhitungan. Tapi...ada tapinya nih...jangan lupa, takdir kita ada di tangan Allah. Terkadang kita membuat rencana yang sangat-sangat ideal, bahkan kita merasa sampai bisa memperkirakan hasil akhir dari perhitungan matematis kita. Dan ketika hasil perhitungan kita diperkirakan tidak maksimal, kita berhenti dan mulai kembali membuat perhitungan yang baru. Ribet!

Maka dari itu, kita harus berpikir untuk hidup seperti air ledeng yang menuju pipa-pipa. Pipa-pipa itu kita tujukan untuk mengarah pada tempat-tempat yang baik. Menjadi air yang dapat bermanfaat bagi banyak orang. Dan kemudian berdoa, semoga dalam perjalanan kita menuju menjadi baik tadi tidak ada hambatan. Karena Allah yang akan menentukan akhir dari perjalanan kita. Karena rumus matematika Allah beda ama kita.

Suatu waktu saya pernah nonton acara Mario Teguh The Golden Ways. Saat itu MT berkata, "jangan pernah puas dengan keadaan kita yang sekarang. Karena rasa puas itulah yang membuat kita tidak bisa mengembangkan potensi kebaikan dalam diri kita"

So? You Know Lah...! Semoga kesuksesan hidup hadir dalam kehidupan kita.

5 komentar:

fuad celebes mengatakan...

bolehkan daku berkomentar sahabatku???

tulisanlo bagus breb,sumpey deh, tapi gua sebagai amatiran males nerusin bacanya!!!! padahal bagus..

untung gua sebagai temenlu masih mau nerusin baca heheheh

jadi kalo kata gua sebagai amatiran "tulisanlu bagus untuk dibaca bar, tapi belum enak dibaca"

kalo kata gua sebagai temenlu nih : wuuuiiih tulisan lo keren bener bar ^_____^

"janga komentar balik ya" hahahahahah

maulana akbar mengatakan...

dasar...
gpp deh, masih untung ada yg ngeritik. karena kritikan itu bukan untuk menjerumuskan kita pada jurang nestapa, tapi justru menjadi pelecut kita berlatih menjadi lebih baik.
makasih ya pren...

Akhwat petualang (ApeL) mengatakan...

Yup, semoga Qta hdup selalu sukses,
meski katanya tulisannya belum enak dibaca
xi..xi..xi
tp bgus koq

Nami Hatta mengatakan...

menurutku bagus tuh ...semangat terus nulisnya..!!,

jadi inget takdir ...apapun rencana terbaik kita, Allah yg sudah menentukan,
kita hanya berusaha ...
thanks ...

maulana akbar mengatakan...

Hooh. Simpelnya gini. Mslnya bsk qta mau ujian. Trus sehari sblumnya qta belajar ampe otak qta mateng. Eh,krn lupa doa ama Allah mohon bantuan, trnyata pas ujian qta malah jatuh sakit ^_^
Takdir memang sebuah hal misteri yg hrs qta yakini. Tp semua kputusan akan kembali pada Allah swt