si mpunya lembaran putih

Sabtu, 29 November 2008

temuilah kesulitan, karena dibaliknya ada 'emas' yang berlimpah

Teman-teman, sudahkah kita menemui kesulitan? Kalau belum, introspeksi diri. Loh? kok kita disuruh menemui kesulitan? Bukankah hidup enak nyaman bagai raja di istana yang megah adalah impian semua orang?
Begini, dalam hidup kita, akan ada selalu kerikil tajam yang menyakitkan telapak kaki ini ketika berpijak. Akan selalu ada pendakian-pendakian terjal sebelum mencapai puncak. Dan akan ada sungai berarus deras sebelum terlihat padang rumput hijau lapang yang menyejukkan pandangan.
Minyak wangi tidak akan harum sebelum disemprotkan. Tongkat kayu tidak akan hilang sebelum dia dibakar. Dan begitu juga kesulitan, akan menjadi kenikmatan dan kebaikan bagi kita.
Waktu bayi, pasti donk kita jatuh bangun dulu sebelum bisa berjalan sempurna. Kalau kita tidak pernah merasakan jatuh, maka kita akan takut untuk melangkah. Tapi setelah kita tahu rasanya jatuh, kita akan berfikir "ooo...begitu toh rasanya jatoh..."
Atau...ketika kita belajar bersepeda roda dua. Ada yang langsung bisa? Ga ada kan? Pasti lutut dan telapak tangan kita akan lecet-lecet sebelum akhirnya kita berani ngebut dijalanan.
Bukankah Allah sudah "berbicara" pada kita dalam surat cintanya "setelah kesulitan ada kemudahan, dan setelah kesulitan ada kemudahan"?
Bukankah Nabi Muhammad SAW menemui banyak cobaan sampai akhirnya bisa merubah tanah tandus arab menjadi negeri yang disegani?
So, kenapa kita tidak mau menemui kesulitan?
Jangan ciut ama cobaan, karena cobaan dapat membuat kita lebih dewasa, membuat kita lebih berakal, dan membuat kita lebih bersemangat.
Ingat, seorang pemuda hitam legam dan kurus bernama Bilal bin Rabbah pernah dihimpit batu ditengah terik mentari yang panas, sebelum dia menjadi penyeru waktu sholat yang terkenal dizamannya. 

3 komentar:

Nami Hatta mengatakan...

mengapa kita selalu berdoa "jauhkan kami dr kesulitan hidup ya Allah" ...??!!?,
berarti kita ga pengen hidup dlm kesulitan, mestinya kita berdoa sebaliknya, so akan semakin besemangat ...karna ada yg akan kita perjuangkan ...

thanks ...

maulana akbar mengatakan...

Betul sekali, kita selalu ingin dijauhkan dari kesulitan. Dan banyak manusia yang ingin terus hidup penuh kenikmatan. Tapi apa yang mereka lakukan, mereka tidak meraih kenikmatan tersebut dengan cara yang halal, mau simpelnya aja, yang ujungnya bahkan menjual jiwa mereka pada setan laknatullah. Bisa dengan cara korupsi harta, korupsi akal, semedi di goa, dan lain-lain.
Kenikmatan yang kita raih dengan cara yang halal mengharuskan kita menemui kesulitan terlebih dahulu.
Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang berusaha untuk merubahnya.
Seekor elang baru menikmati nikmatnya terbang mengarungi langit angkasa setelah berkali-kali belajar terbang dan terjatuh bahkan mungkin sampai sayapnya patah...
Sebuah tanah liat hitam tak akan menjadi cangkir yang indah jika tidak dibentuk dan dibakar dalam tungku yang panas...
Seorang manusia tidak akan merasakan arti sebuah kenikmatan jika sebelumnya tidak pernah merasakan kesulitan...^__^

Nami Hatta mengatakan...

I really like this comment ...!!!!.