BIG QUESTION
Mengapa Kita Bergabung Dalam Barisan Ini ????
Mungkin itu adalah 1 pertanyaan besar bagi kita. BIG QUESTION. Ya, kenapa ? bukankah akan lebih enak jika kita bersantai-santai saja, menikmati hidup tanpa beban, bebas berbuat….. dan mengerjakan apa saja ?? toh kita tidak melakukan penyimpangan besar ???
Atau mungkin ada pertanyaan lain, bukankah kebaikan (baca : dakwah Islam) dapat kita berikan pada orang lain tanpa harus ada dalam barisan.
Sekarang coba kita perhatikan film-film binatang di televisi. Seekor singa akan selalu menerkam Rusa yang sendirian dan terpisah dari kawanannya. Coba renungkan baik-baik…kita memang bukan binatang, tapi setidaknya itulah contoh kongkrit untuk kita renungi dan cari hikmahnya bahwa apabila kita sendirian dalam dakwah akan mudah diterkam oleh musuh-musuh dakwah itu sendiri.
Sesungguhnya dengan kita bergabung dalam barisan dakwah merupakan Rahmat tersendiri bagi kita, bukti cinta dan kasih sayang Allah pada kita. Dimana seharusnya kita menyadari bahwa kematian itu adalah suatu hal yang pasti datang pada setiap makhluk. Dan beradanya kita dalam barisan ini, kita bersama-sama dengan orang-orang yang saleh, orang-orang yang punya pandangan jauh ke depan…Pandangan akhirat.
“ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar” (QS. At-Taubah : 119)
Pandangan akhirat ??? ya, pandangan yang melampaui ruang dan waktu dunia, tapi kita harus tetap memikirkan juga kehidupan di dunia. Bahwa Hidup dan mati kita karena Allah.
“ Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, adalah karena Tuhan semesta Alam. Tidak ada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan bagiku “ (QS. Al An’am : 162-163)
Sesungguhnya keadaan dunia saat ini harus kita lihat dengan lapang dada…betapa tidak ? karena yang terjadi akan mampu menyesakkan dada. Pacaran, baju-baju yang aduhai, akhlak dan perbuatan yang tercela, “Pokoknya gak intelek banget DAH”. Itulah yang terjadi
Fenomena kejahiliahan ini harus disikapi dengan lebih Cerdas, cerdas dalam menyikapinya, tidak lantas “ tuduh bersalah “ kepada teman-teman kita yang terperosok dalam lembah kejahiliahan, tapi serulah mereka untuk senantiasa memperbaiki diri. Kita bersama memperbaiki diri…Serulah mereka ke jalan Islam sedikit-demi sedikit…perlahan-lahan tanpa disadari hingga akhirnya melepas seluruh atribut kejahiliahan, sama dengan kita yang masih harus “melepas” atribut kejahiliahan yang mungkin masih menempel dalam pribadi-pribadi kita…
Untuk itu dibutuhkan sebuah Kreativitas. Kreatif dong…kita harus kreatif…mengembangkan dakwah selain cerdas juga harus kreatif…kreatif dalam bungkusnya, tapi menyampaikan substansi dengan apa adanya…kreatif dapat didefinisikan sebagai mencipta, jadi kita sebagai aktivis dakwah wajib kreatif dengan ide-ide yang murni dan segar khas aktivis dakwah Islam.OK! tentunya dengan tetap sesuai dengan koridor syariat.
Yang terakhir …dibutuhkan sebuah kepedulian ..kita wajib peduli atas apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita di Palestina, Irak, Thailand, dll. Menaruh simpati yang dalam sebagai sesama muslim. Ukhuwah Islamiyah tidak dibatasi ruang dan waktu, bukan sekedar karena kesamaan sifat dan perasaan, namun lebih sebagai manifestasi dari iman. Siapapun dia, darimanapun asalnya. Juga kepedulian kita pada orang-orang di sekitar kita.
SO????
Kenapa kita tergabung dalam barisan ini ???
“Udah jelas kok dari faktanya”
( Jujur pada hati akan memudahkan kita memahaminya….)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar