si mpunya lembaran putih

Jumat, 06 Maret 2009

Jangan pernah ingat mati!

Ngapain sih inget-inget tentang kematian? Gak guna! Nge-betein! Toh kita masih bisa napas, masih sehat, masih seger buger, masih bisa kerja, masih bisa menatap masa depan. Ya nggak? Dan jawabku atas semua itu adalah: "Tidak!"

Akhir-akhir ini aku begitu takut ketika waktu-waktu setelah Isya dan menjelang merebahkan tubuh serta memejamkan mata untuk tidur. Sebulan bertugas di Konter Layanan Syariah sebuah Bank Syariah di sebuah rumah sakit membuatku banyak merenung tentang arti hidup. Justru setelah melihat banyak kematian yang terjadi.
Mengapa kita masih bisa bernafas, mengapa jantung ini masih memompa darah ke seluruh jaringan tubuh, mengapa paru-paru ini masih bekerja semangat menarik oksigen pangkat dua dan menyalurkannya ke sel darah merah? Mengapa otak ini masih mengirimkan sinyal-sinyal untuk berfikir, mengapa sel syaraf kita masih bisa merasa, mengapa kita masih butuh makan? Semua terjadi bukan karena kita yang menginginkannya. Tetapi Allah-lah yang masih menugaskan kita untuk hadir di dunia yang fana ini. Hidup untuk suatu hal. Yang bisa baik atau juga malah buruk.
Aku takut jika ternyata fungsi tugasku sudah tidak ada lagi. Aku takut jika kontrakku sebagai manusia di putus oleh Allah. Tentu kehadiranku di dunia sudah tidak dibutuhkan lagi.
Aku takut sekali jika ketika aku sudah memejamkan mata dan bermimpi, ternyata yang kulihat bukanlah mimpi, tetapi kenyataan yang sebenarnya, Akhirat!
Aku takut jika ternyata ketika ku terbangun bukan karena suara alarm HP-ku. Tetapi karena pertanyaan-pertanyaan dari malaikat kubur yang aku tergagap untuk menjawabnya.
Aku takut jika ternyata amal-amal-ku di dunia tidak cukup untuk mencapai PassingGrade yang dibutuhkan untuk hidup tentram di alam kubur.
Aku takut jika....

Apakah itu semua membuatku menyesal telah mengetahui kematian? Justru itu semua membuatku semakin yakin, bahwa dunia ini benar-benar fana! Hanya sebatas pandangan mata dan kerja otak yang mengolahnya menjadi gambar-gambar bergerak. Tubuh ini hanya fasilitas kita untuk menggapai hidup yang lebih hakiki. Dan semakin membuatku mendekat kepada Allah. Memohon untuk selalu diberikan jalan untuk memaknai hidup di dunia untuk meraih kenikmatan hidup yang lebih abadi.

Saranku, jangan pernah ingat mati, jika masih ingin berbuat seenaknya di dunia. Jangan pernah ingat mati, jika masih saja berpikiran bahwa hidup yang hakiki adalah di dunia. Jangan pernah ingat mati, jika ingin berteman dengan setan laknatullah.
DAN....jangan ikuti saranku barusan diatas, ikutilah nasehat Rasullah SAW untuk selalu mengingat mati. ^_^

3 komentar:

akhwat purple mengatakan...

Ok!!

Akhwat petualang (ApeL) mengatakan...

yupz, ingat mati..
introspeksi diri...

maulana akbar mengatakan...

yups...karena hidup ini memang hanya 'sekejapan mata'...terlalu sayang jika disia-siakan.